EDUCARE.CO.ID – Inovasi menarik datang dari dua pelajar SMP Negeri 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka mengembangkan website berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu memantau keamanan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menekan risiko keracunan makanan di lingkungan sekolah.
Emillia Fiska Dela Verita dan Fairus Nathania Khasdan, siswa kelas IX SMP Negeri 1 Seyegan, mengembangkan inovasi bernama TERMIKU-MBG.
Berawal dari Kepedulian terhadap Keamanan Pangan
Emillia menjelaskan bahwa ide pembuatan TERMIKU-MBG muncul setelah mendapat inspirasi dari guru. Selain itu, ia dan Fairus melihat meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus keracunan makanan pada program MBG.
“Awalnya kami mendapat inspirasi dari guru, lalu kami kembangkan karena melihat maraknya kasus keracunan MBG,” ujar Emillia, Jumat (14/8/2026).
Keduanya mulai mengembangkan proyek tersebut sejak Februari 2026. Sejak saat itu, mereka terus menyempurnakan sistem agar sekolah dapat menggunakannya secara optimal.
Cara Kerja TERMIKU-MBG
Fairus menjelaskan bahwa pengguna terlebih dahulu masuk ke website TERMIKU-MBG melalui akun login. Setelah itu, pengguna memilih menu distribusi lalu memindai makanan yang baru sekolah terima.
Selanjutnya, sistem AI akan menampilkan hasil analisis dalam waktu sekitar satu menit. Informasi yang muncul meliputi:
- suhu makanan,
- estimasi kalori,
- kandungan gizi,
- serta status keamanan makanan untuk dikonsumsi.
Di samping itu, website juga memberikan rekomendasi batas waktu aman konsumsi makanan.
“Sistem nanti menampilkan keterangan bahwa menu MBG aman dikonsumsi sampai jam tertentu,” jelas Fairus.
Saat ini TERMIKU-MBG masih berada pada tahap prototipe. Namun demikian, tim pengembang berencana memulai uji coba terbatas di SMP Negeri 1 Seyegan pada akhir Agustus 2026.
Menuju Kompetisi Riset Nasional
Selain mengembangkan teknologi, Emillia dan Fairus juga menyiapkan TERMIKU-MBG untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Melalui kompetisi tersebut, mereka berharap inovasi ini dapat berkembang lebih lanjut dan memberi manfaat yang lebih luas bagi sekolah-sekolah lain.
SPBG Dukung Penelitian Siswa
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPBG) Margomulyo Seyegan), Joni Prasetyo, menyambut baik inisiatif para siswa. Bahkan, ia menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian tersebut.
“Kami dari SPBG Margomulyo mendukung dan memfasilitasi teman-teman untuk melakukan penelitian di SPBG Margomulyo,” ujar Joni.
Menurut Joni, kolaborasi antara sektor pendidikan dan penyedia layanan gizi sangat penting. Dengan kerja sama tersebut, sekolah dapat meningkatkan kualitas pengawasan pangan secara lebih efektif.
Ratusan Porsi MBG Dikirim Setiap Hari
SPBG Margomulyo mengirim lebih dari 700 porsi MBG setiap hari Senin–Jumat ke SMP Negeri 1 Seyegan. Dari jumlah tersebut, sekolah menyalurkan sekitar 665 porsi kepada siswa dan 54 porsi kepada guru serta tenaga kependidikan.
Karena jumlah makanan yang didistribusikan cukup besar, pengawasan keamanan pangan menjadi kebutuhan penting. Oleh karena itu, TERMIKU-MBG diharapkan membantu sekolah memantau kualitas makanan dengan lebih cepat dan praktis.
AI Jadi Sarana Edukasi dan Perlindungan Siswa
Karya Emillia dan Fairus menunjukkan bahwa teknologi AI tidak hanya berguna untuk pembelajaran digital. Sebaliknya, teknologi tersebut juga dapat mendukung kesehatan dan keamanan pangan di sekolah.
Jika pengembangan dan uji coba berjalan baik, TERMIKU-MBG berpotensi menjadi contoh pemanfaatan teknologi sederhana berbasis AI yang lahir dari kreativitas pelajar Indonesia. Dengan demikian, inovasi ini dapat mendorong sekolah lain untuk memanfaatkan teknologi dalam menjaga kesehatan peserta didik.



