Alumni SMAK 3 PENABUR Ini Kini Jadi Peneliti di Jepang, Awalnya Hanya Ikut Lomba Sekolah

Must read

EDUCARE.CO.ID – Sebuah kompetisi semasa sekolah ternyata bisa menjadi titik awal perjalanan akademik internasional. Clement Angkawidjaja, alumni SMAK 3 PENABUR Jakarta angkatan 1997, mengalami perjalanan tersebut dan kini berkarier sebagai dosen serta peneliti bioteknologi di The University of Osaka, Jepang.

Clement mengawali langkah pentingnya ketika mengikuti Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor (IPB) saat masih duduk di bangku SMA.

Lomba Sekolah Jadi Pintu Masuk ke IPB

Clement aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah, termasuk kompetisi akademik. Pihak sekolah menunjuknya mewakili SMAK 3 PENABUR Jakarta dalam lomba ilmu pangan tingkat nasional yang digelar IPB.

Ia mengenang proses persiapan yang berlangsung sangat intensif. Berkat latihan tersebut, timnya berhasil meraih juara 2, dan prestasi itu membuka jalan baginya untuk diterima di IPB melalui jalur undangan.

“Berkat pelatihan spartan dari Ibu Ita, kami berhasil meraih juara 2, dan prestasi itu membuka jalan bagi saya masuk IPB melalui jalur undangan,” kenang Clement.

Selain aktif dalam kompetisi, Clement juga terlibat di organisasi sekolah, khususnya bidang media komunikasi OSIS. Pengalaman organisasi itu kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya.

Prinsip Hidup yang Terus Ia Pegang

Clement mengaku sekolah menanamkan kebiasaan mempersiapkan diri dengan serius dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Bekal hidup dari sekolah yang selalu saya terapkan adalah mempersiapkan diri sebelum terlambat, dan ketika terlambat jangan menyerah sampai titik darah penghabisan,” ujarnya.

Prinsip tersebut terus ia pegang hingga menempuh pendidikan dan karier di luar negeri.

Dari IPB ke The University of Osaka

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di IPB, Clement melanjutkan studi magister dan doktoral di The University of Osaka dengan fokus pada bidang bioteknologi.

Lingkungan akademik Jepang kemudian membentuk fase penting dalam hidupnya. Seusai meraih gelar doktor, ia bekerja sebagai dosen dan peneliti di kampus tersebut pada 2007–2015.

Kariernya sempat berlanjut di sektor industri. Ia bergabung dengan Evec, Inc. di Sapporo dan terlibat dalam pengembangan fully human antibodies untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan obat.

Namun, dunia akademik tetap menjadi bidang yang paling dekat dengannya. Pada 2017, Clement kembali ke lingkungan universitas dan melanjutkan karier akademiknya di Jepang hingga sekarang.

Tak Hanya Mengajar dan Meneliti

Saat ini Clement tidak hanya mengajar dan meneliti. Ia juga menangani bidang administrasi akademik dan institutional research, termasuk pengembangan program karier bagi mahasiswa doktoral.

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup berhenti pada perolehan gelar. Mahasiswa juga perlu mempersiapkan arah karier setelah menyelesaikan studi.

Selain itu, Clement aktif membangun kerja sama internasional dan mendukung berbagai program Global Health Initiatives di lingkungan Graduate School of Medicine and University Hospital The University of Osaka, termasuk pelatihan dokter tamu dari sejumlah negara ASEAN.

Membawa Nilai PENABUR ke Panggung Global

Perjalanan Clement mencerminkan nilai-nilai pendidikan yang sekolah tanamkan sejak masa SMA.  BPK PENABUR Jakarta menilai sosoknya merepresentasikan profil alumni BEST: Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, dan Trust in God.

Nilai ketangguhan, semangat berprestasi global, kepedulian sosial, dan integritas spiritual terlihat dalam perjalanan panjangnya, mulai dari ruang kelas SMA, kompetisi di IPB, hingga laboratorium dan ruang akademik di Jepang.

Kini Clement tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga kisah tentang bagaimana pendidikan, ketekunan, dan keberanian untuk terus belajar dapat membuka jalan menuju panggung internasional.

Ia pun menyampaikan harapan sederhana untuk almamaternya.

“Saya berharap SMAK 3 PENABUR selalu berjaya dan menghasilkan lulusan-lulusan yang dapat berkarya serta berdampak di mana pun mereka berada. SMAK 3 BANZAI,” tuturnya.

Kisah Clement menunjukkan bahwa seseorang dapat memulai langkah besar dari kesempatan kecil yang ia manfaatkan dengan sungguh-sungguh.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img