EDUCARE.CO.ID – Sisik ikan nila tidak selalu berakhir sebagai limbah. Sekelompok mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) melihat peluang lain dari material tersebut.
Mereka mengolah sisik ikan nila menjadi hard carbon. Material ini berpotensi menjadi bahan anode untuk baterai ion-natrium.
Riset tersebut memanfaatkan kandungan kolagen dalam sisik ikan nila. Kolagen memiliki unsur nitrogen yang dapat mendukung pembentukan material karbon.
Tim peneliti terdiri atas Achmad Syah Nizar El Java, Aorenza Delviana Putri, Kevin Fauzy Rizky, Dimas Ardianto Wiratama, dan Fitriani Nur Hidayat. Mereka mengembangkan riset melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Dosen pembimbing Noto Susanto Gultom, S.Pd., M.Sc., Ph.D., mengarahkan penelitian tersebut.
Mahasiswa Unpad Cari Nilai Tambah dari Sisik Ikan
Tim memilih sisik ikan nila karena limbah tersebut tersedia dalam jumlah besar. Namun, masyarakat masih belum memanfaatkan potensinya secara optimal.
Kondisi itu mendorong Achmad dan tim mencari cara baru untuk mengolah sisik ikan.
Selain persoalan limbah, mereka melihat kebutuhan terhadap material penyimpan energi alternatif. Kebutuhan tersebut mendorong tim mengeksplorasi sumber biomassa yang lebih berkelanjutan.
Sisik ikan nila kemudian menjadi pilihan. Tim mengembangkan hard carbon dari material tersebut untuk melihat potensinya sebagai anode baterai ion-natrium.
Pendekatan ini mempertemukan dua isu sekaligus. Pertama, pemanfaatan limbah perikanan. Kedua, pengembangan material untuk teknologi penyimpanan energi.
Nitrogen Alami dari Sisik Ikan Jadi Kunci
Tim menggunakan konsep in-situ self-doping nitrogen dalam penelitian ini.
Konsep tersebut memanfaatkan nitrogen yang sudah terdapat dalam biomassa. Karena itu, tim tidak perlu menambahkan sumber doping nitrogen dari bahan eksternal.
Proses penelitian dimulai dengan pirolisis sisik ikan nila. Tim menggunakan tiga variasi suhu, yaitu 600, 700, dan 800 derajat Celsius.
Setelah proses tersebut, tim membandingkan karakter setiap sampel.
Mereka melihat perubahan pada struktur, morfologi, komposisi, dan sifat elektrokimia material.
Perbandingan itu membantu tim menentukan karakteristik hard carbon yang memiliki prospek untuk penelitian berikutnya.
HC-800 Tunjukkan Potensi sebagai Material Anode
Hasil awal menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki struktur karbon turbostratic.
Struktur tersebut memiliki jarak antar-lapis yang lebih besar daripada grafit. Karakter ini menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan material penyimpan ion natrium.
Di antara berbagai sampel, HC-800 menunjukkan karakter struktur dan morfologi yang menarik untuk penelitian lanjutan.
“Hasil awal menunjukkan seluruh sampel memiliki struktur karbon turbostratic dengan jarak antar-lapis lebih besar daripada grafit, sedangkan HC-800 menunjukkan karakter struktur dan morfologi yang prospektif untuk dievaluasi lebih lanjut sebagai material anode,” demikian keterangan yang dilansir situs Unpad pada Selasa (15/9/2026).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa proses pirolisis dapat menghasilkan material dengan karakter yang berbeda pada setiap suhu.
Tim kemudian dapat melihat sampel mana yang memiliki prospek lebih besar untuk pengembangan anode baterai.
Sisik Ikan Nila Bukan Sekadar Bahan Karbon
Riset mahasiswa Unpad ini tidak hanya mengubah limbah menjadi karbon.
Tim juga memanfaatkan sisik ikan sebagai prekursor fungsional. Material tersebut menyediakan sumber karbon sekaligus nitrogen dari satu biomassa.
Pendekatan ini membuat sisik ikan nila memiliki fungsi yang lebih luas dalam penelitian.
Material hasil pengolahan juga berpotensi menghasilkan karakteristik yang sesuai untuk penyimpanan ion Na+.
Dengan demikian, tim tidak sekadar mencari cara untuk mengurangi limbah. Mereka juga mengeksplorasi nilai tambah biomassa untuk kebutuhan teknologi energi.
Uji XPS dan Stabilitas Jadi Tahap Berikutnya
Tim masih akan melanjutkan penelitian untuk mengetahui performa material secara lebih menyeluruh.
Tahap berikutnya mencakup karakterisasi kimia permukaan menggunakan X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS).
Tim juga akan menguji stabilitas material hingga 50 siklus.
Pengujian tersebut membantu peneliti melihat kemampuan material mempertahankan kinerja penyimpanan energi setelah penggunaan berulang.
Hasil pengujian nantinya dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai potensi hard carbon dari sisik ikan nila.
Riset Unpad Hubungkan Limbah dan Teknologi Energi
Penelitian ini membawa gagasan ekonomi sirkular ke dalam pengembangan material energi.
Sisik ikan nila yang sebelumnya kurang bernilai dapat masuk ke dalam proses pengembangan material baru.
Tim juga memanfaatkan kandungan nitrogen alami dari biomassa. Pendekatan tersebut mengurangi kebutuhan terhadap sumber doping nitrogen dari luar.
Di sisi lain, pengembangan hard carbon membuka peluang pemanfaatan biomassa untuk teknologi penyimpanan energi.
Riset mahasiswa Unpad ini menunjukkan bahwa limbah perikanan dapat memiliki fungsi lain ketika peneliti mengolahnya dengan pendekatan teknologi.
Jika pengujian lanjutan memberikan hasil yang konsisten, hard carbon dari sisik ikan nila dapat menjadi salah satu material yang menarik untuk penelitian baterai ion-natrium.
Upaya tersebut sekaligus mempertemukan ekonomi sirkular, riset material, dan kemandirian energi dalam satu penelitian.

