Brave Pink dan Hero Green Jadi Simbol Baru Perlawanan Sosial

EduJurnal EduNews Edutainment

educare.co.id, Fenomena warna dalam gerakan sosial di Indonesia kini menghadirkan dinamika baru. Dua warna yang mencolok, brave pink dan hero green, bukan sekadar tanda visual, melainkan sarat makna budaya, gender, hingga politik.

Hal ini diungkapkan Prof. Diah Ariani Arimbi, SS, MA, PhD, pakar Kajian Budaya dan Gender Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga. “Warna adalah teks yang selalu berbicara dalam konteks,” ujarnya.

Menurut Prof. Diah, warna pink yang dulu dilekatkan pada pekerjaan feminim—seperti guru, perawat, atau sekretaris—kini berubah makna. Brave pink lahir sebagai simbol keberanian, terutama lewat aksi para ibu dalam demonstrasi. “Pink tidak lagi sekadar feminin, tetapi resisten dan politis,” tegasnya.

Berbeda dengan pink yang banyak diasosiasikan dari Barat, warna hijau punya akar lokal. Dalam folklor Jawa, hijau melambangkan kesuburan, kekuatan, dan kekuasaan spiritual. Kini, hijau menjelma menjadi hero green lewat aksi solidaritas para pengemudi ojek online dalam demonstrasi, termasuk tragedi salah satu driver yang gugur. “Hijau kini bukan hanya alam, tetapi heroisme dan penyelamatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Diah menilai warna bekerja lebih cepat dan universal di era visual. Fenomena Add Yours Instagram dengan brave pink dan hero green memperlihatkan generasi digital menggunakan ruang daring sebagai arena politik alternatif. “Setiap movement membutuhkan representasi visual yang mudah dikenali dan menggerakkan massa,” katanya.

Ia menekankan, makna warna sangat bergantung pada daya tahannya di publik. Jika dirawat, ia bisa menjadi simbol abadi. “Apropriasi brave pink dan hero green menunjukkan bahwa arti simbol visual tidak pernah statis, tetapi selalu dinamis sesuai konteks,” pungkasnya. ( SCP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *