Pertama di Jakarta! UBM Gandeng Google Buka AI Learning Center untuk Mahasiswa

Must read

EDUCARE.CO.ID – Universitas Bunda Mulia (UBM) memperkuat ekosistem pembelajaran Artificial Intelligence (AI) melalui kolaborasi dengan Google for Education.

Kerja sama tersebut ditandai dengan peresmian AI Learning Center di UBM Kampus Ancol. Kolaborasi ini menjadi kerja sama pertama Google dengan universitas di Jakarta.

AI Learning Center hadir sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari, mengeksplorasi, dan mengembangkan pemanfaatan AI. Fasilitas ini juga mendukung perkuliahan, pelatihan, penelitian, pengembangan proyek, serta kolaborasi lintas disiplin.

Berdasarkan sumber Universitas Bunda Mulia (UBM), kehadiran AI Learning Center menjadi bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi.

UBM dan Google Perkuat Pembelajaran AI

Wakil Rektor UBM, Martina Venny, mengatakan perkembangan AI telah mengubah berbagai sektor. Karena itu, perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan yang lebih dari sekadar menggunakan teknologi.

“Perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor. Melalui AI Learning Center, UBM ingin membekali mahasiswa agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara mengembangkannya untuk menjawab kebutuhan bisnis, industri, dan masyarakat,” ujar Martina Venny, Rabu (10/9/2026).

Menurutnya, AI Learning Center dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memahami penerapan AI dalam berbagai kebutuhan.

Mahasiswa juga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kegiatan akademik dan pengembangan proyek.

Lengkapi Program Studi AI UBM

AI Learning Center melengkapi ekosistem pendidikan AI yang sebelumnya UBM bangun melalui Program Studi S1 Artificial Intelligence.

UBM menyebut program studi tersebut sebagai program studi AI pertama di Indonesia yang berdiri sebagai program studi tersendiri. Program tersebut bukan sekadar peminatan dalam program studi lain.

Kehadiran AI Learning Center kemudian memperluas ruang belajar mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga dapat menguji pengetahuan melalui berbagai aktivitas.

Mahasiswa dapat melakukan penelitian, mengerjakan kasus nyata dari industri, membuat prototipe, serta berkolaborasi dengan akademisi dan mitra.

Belajar Machine Learning hingga Generative AI

UBM mengembangkan materi dan pengalaman pembelajaran AI dalam sejumlah bidang.

Beberapa di antaranya mencakup Machine Learning, Generative AI, Large Language Models, Responsible AI, dan Smart Systems.

Ragam bidang tersebut memberi mahasiswa kesempatan untuk mengenal perkembangan AI dari berbagai sisi. Mereka juga dapat mengembangkan kemampuan sesuai minat dan kebutuhan proyek.

Kolaborasi dengan Google for Education turut mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif.

AI Learning Center menyediakan ekosistem digital yang dapat mendukung berbagai aktivitas. Mahasiswa dan dosen dapat memanfaatkannya untuk perkuliahan, pelatihan, penelitian, hingga pengembangan proyek.

Mahasiswa Tak Hanya Jadi Pengguna AI

UBM ingin mahasiswa memiliki posisi yang lebih aktif dalam perkembangan teknologi AI.

Karena itu, pembelajaran tidak hanya berfokus pada cara menggunakan teknologi. Mahasiswa juga mendapat ruang untuk mengembangkan solusi berbasis AI.

Pendekatan tersebut membuka peluang penerapan AI di berbagai bidang. Mahasiswa dapat mengeksplorasi teknologi untuk kebutuhan bisnis, komunikasi, desain, teknologi informasi, hingga industri kreatif.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa AI bukan hanya alat untuk menyelesaikan pekerjaan. Teknologi tersebut juga dapat menjadi dasar untuk menciptakan inovasi baru.

Hubungkan Pendidikan dengan Kebutuhan Industri

Kehadiran AI Learning Center juga memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia industri.

Perkembangan teknologi membuat kebutuhan tenaga kerja terus berubah. Dunia kerja kini membutuhkan talenta yang mampu memahami teknologi sekaligus menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan.

UBM mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui kombinasi pembelajaran, penelitian, proyek, dan kolaborasi.

Mahasiswa dapat mempelajari konsep AI, menguji ide, mengembangkan prototipe, lalu melihat kemungkinan penerapannya dalam berbagai sektor.

Model tersebut membuat proses belajar lebih dekat dengan kebutuhan nyata. Di sisi lain, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk membangun pengalaman yang relevan sebelum memasuki dunia profesional.

AI Learning Center Jadi Ruang Kolaborasi

Lebih dari sekadar fasilitas teknologi, AI Learning Center menjadi penghubung antara pendidikan, penelitian, dan penerapan AI.

UBM membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan akademisi dan mitra dari berbagai sektor. Pendekatan ini juga memungkinkan pengembangan proyek lintas disiplin.

Kolaborasi tersebut penting karena penerapan AI tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Solusi AI juga perlu memahami kebutuhan pengguna, konteks industri, komunikasi, desain, serta dampak sosial.

Karena itu, UBM mengarahkan AI Learning Center sebagai bagian dari ekosistem yang mendorong mahasiswa untuk belajar sekaligus menciptakan solusi.

Pada akhirnya, kerja sama UBM dengan Google for Education menunjukkan upaya perguruan tinggi beradaptasi dengan perkembangan AI.

AI Learning Center diharapkan membantu mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi talenta yang mampu mengembangkan dan menerapkan AI untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article