Mahasiswa UNAIR Raih Juara 2 MEDDIPS 2026 Lewat Teknologi Kertas untuk Deteksi Penyakit

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencatat prestasi dalam kompetisi ilmiah. Tim UNAIR meraih Juara 2 Scientific Essay dalam kompetisi MEDDIPS 2026.

Kompetisi tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Dalam ajang itu, tim UNAIR mengangkat gagasan teknologi berbasis kertas untuk mendukung deteksi dini penyakit kardiovaskular.

Tim UNAIR menawarkan pendekatan pemeriksaan yang lebih sederhana dan mudah digunakan. Gagasan tersebut sekaligus menunjukkan upaya mahasiswa menghadirkan solusi dari persoalan kesehatan.

Tim terdiri dari Delsyad Muhammad Koosha Alzer dan Putri Aliyatuzzahra dari Fakultas Farmasi (FF), serta Bayu Cahyo Bintoro dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

Tim UNAIR Kembangkan Teknologi Berbasis Kertas

Delsyad Muhammad Koosha Alzer, selaku ketua tim, menjelaskan latar belakang gagasan tersebut. Menurutnya, penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan dalam bidang kesehatan.

Karena itu, tim mencari pendekatan yang dapat membantu proses pemeriksaan awal dengan cara yang lebih sederhana.

Tim kemudian mengusulkan pemanfaatan teknologi berbasis kertas. Pendekatan tersebut menawarkan konsep pemeriksaan yang lebih praktis dan mudah digunakan.

“Kami ingin mengembangkan pendekatan deteksi berbasis kertas yang lebih sederhana dan mudah digunakan. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung deteksi dini penyakit kardiovaskular,” ujar Delsyad.

Melalui gagasan tersebut, tim ingin membuka peluang pengembangan teknologi pendukung deteksi dini yang lebih mudah diakses.

Gagasan Lahir dari Persoalan Kesehatan

Tim UNAIR mengembangkan gagasan tersebut dengan melihat persoalan deteksi penyakit kardiovaskular. Mereka menilai masyarakat membutuhkan pendekatan pemeriksaan yang praktis untuk mendukung deteksi sejak awal.

Deteksi dini dapat membantu tenaga kesehatan mengenali kondisi seseorang lebih cepat. Langkah tersebut juga dapat mendukung penanganan sebelum penyakit berkembang menjadi kondisi kronis.

Selain itu, tim berharap teknologi berbasis kertas dapat mendukung akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan yang lebih sederhana.

Namun, gagasan tersebut masih berada dalam tahap pengembangan. Tim masih membutuhkan penelitian serta pengujian lebih lanjut untuk menilai kemampuan teknologi tersebut.

Dengan begitu, pengembangan teknologi perlu melalui berbagai tahapan sebelum tim dapat mempertimbangkan penerapannya kepada masyarakat.

Delsyad Ajak Mahasiswa Berani Berinovasi

Prestasi dalam MEDDIPS 2026 juga menjadi pengalaman bagi tim UNAIR untuk mengembangkan gagasan ilmiah.

Delsyad mengajak mahasiswa untuk berani melihat persoalan di sekitar mereka. Menurutnya, berbagai masalah dapat menjadi titik awal untuk menghasilkan inovasi yang memiliki dampak nyata.

Meski demikian, mahasiswa tetap perlu membangun solusi berdasarkan dasar ilmiah. Mereka juga harus memahami karya yang mereka kembangkan secara menyeluruh.

“Mulailah dari permasalahan yang memiliki dampak nyata, kemudian kembangkan solusi yang inovatif tetapi tetap memiliki dasar ilmiah. Penting juga untuk memahami karya yang dibuat dan berlatih menyampaikannya dengan sederhana,” pungkasnya.

Pesan tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan kepedulian terhadap masalah, pengetahuan ilmiah, dan kreativitas.

Prestasi UNAIR Dorong Pengembangan Inovasi Kesehatan

Juara 2 Scientific Essay dalam MEDDIPS 2026 menjadi capaian penting bagi tiga mahasiswa UNAIR.

Melalui kompetisi tersebut, Delsyad, Putri, dan Bayu mengangkat teknologi berbasis kertas sebagai gagasan untuk mendukung deteksi dini penyakit kardiovaskular.

Selain membawa nama UNAIR dalam kompetisi ilmiah, pencapaian itu juga memberi tim pengalaman untuk mengembangkan serta menyampaikan ide di hadapan peserta dan penilai.

Ke depan, tim masih memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan tersebut melalui penelitian dan pengujian lebih lanjut.

Pada akhirnya, prestasi ini menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat mengangkat persoalan kesehatan menjadi gagasan ilmiah. Mereka juga dapat mencari pendekatan baru yang lebih sederhana untuk menjawab kebutuhan di bidang kesehatan.

 

Penulis: Andini Namira Saskirana

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article