educare.co.id, Bandung – Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar talkshow bertajuk “Persiapan Karier” dalam rangkaian kegiatan Titian Karier Terpadu (TKT) ITB April 2025. Acara ini menghadirkan D.Sc. (Tech.) Imam Santoso, S.T., M.Phil., dosen Teknik Metalurgi ITB, yang juga berpengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium CC Timur ITB Kampus Ganesa pada Selasa (15/4/2025) ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa lintas program studi untuk memahami pentingnya kesiapan menyeluruh sebelum memasuki dunia kerja.
Dalam paparannya, Imam Santoso menekankan bahwa penguasaan soft skill merupakan kunci keberhasilan karier yang tak kalah penting dari hard skill. Ia menyebut bahwa meskipun kemampuan teknis menjadi dasar utama untuk memasuki dunia kerja, soft skill justru menjadi faktor penentu dalam proses bertahan dan berkembang di dalamnya.
“Hard skill memang yang membawa kalian masuk ke dunia kerja, tapi soft skill-lah yang membuat kalian bertahan dan berkembang di sana,” ujarnya, dalam siaran tertulis itb (3/6).
Lebih lanjut, Imam menggarisbawahi bahwa dinamika dunia kerja saat ini menuntut individu yang adaptif, kritis, dan mampu menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Menurutnya, tantangan profesional kini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menuntut kecakapan interpersonal yang tinggi.
Ia juga membagikan tiga bekal utama bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri. Pertama, membangun self-awareness untuk memahami kekuatan dan kelemahan pribadi. Kedua, aktif mencari pengalaman di luar kegiatan akademik guna membentuk karakter dan fleksibilitas. Ketiga, terus mengasah kemampuan komunikasi, baik lisan maupun tulisan, yang menjadi keterampilan vital dalam dunia kerja. Imam menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing juga menjadi nilai tambah dalam persaingan global.
Talkshow ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang membahas berbagai situasi nyata di dunia kerja, memberi wawasan praktis bagi peserta. Melalui kegiatan ini, TKT ITB 2025 tidak hanya menjadi jembatan antara mahasiswa dan dunia industri, tetapi juga sarana membekali generasi muda dengan kesiapan mental dan kompetensi yang komprehensif dalam menghadapi dunia profesional.



