educare.co.id, Surabaya – Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Lewat tim ARTERRA UNAIR, lima mahasiswa lintas fakultas berhasil menyabet sembilan penghargaan dalam ajang National Essay Competition 3 tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) pada 17–18 Mei di Universitas Dhyana Pura, Bali.
Tim yang terdiri dari Eka Rachma Aprilidanti, Al A’raafat Jaya Putra, Galih Triatmojo (ketiganya dari Fakultas Vokasi), Adela Febry Widiana (Fakultas Perikanan dan Kelautan), dan Abdurrahman Al Faiz A. A. (Fakultas Vokasi) berhasil mengembangkan tiga inovasi di bidang teknologi yang mengantarkan mereka meraih Gold Medal, Silver Medal, Bronze Medal, Best Presentation, Juara 1, Favorite Video, Favorite Paper, serta dua penghargaan Favorite Poster.
Robot Otonom Berbasis AI untuk Laut Bersih dan Aman
Ketua tim, Eka Rachma Aprilidanti, menjelaskan salah satu inovasi mereka adalah robot otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning yang tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi praktik illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing, tetapi juga mampu mengumpulkan sampah laut.
“Robot ini bisa digunakan banyak pihak untuk memantau laut secara real-time. Didukung tenaga surya, AI, dan machine learning, robot ini mampu mendeteksi IUU fishing dan sampah laut secara cepat, akurat, dan efisien. Inovasi itu mendukung kemajuan teknologi sekaligus target SDGs ke-8, 12, dan 14,” jelas Eka.
Deteksi Polutan Udara di Area Hunian Industri
Masih dalam sektor lingkungan, tim ARTERRA juga menciptakan alat deteksi polusi udara berbasis Internet of Things (IoT) dan AI. Inovasi ini ditujukan untuk wilayah hunian yang berdekatan dengan kawasan industri, yang kerap mengalami pencemaran udara.
“Alat pendeteksi kualitas udara berbasis IoT dan AI ini bisa memantau kondisi udara secara real-time di kawasan hunian dekat industri. Dengan sensor-sensor pintar, alat ini bantu warga lebih sadar akan kesehatan pernapasan, hemat biaya, dan mudah digunakan,” ujar Eka.
Sistem Irigasi Otomatis Berbasis IoT
Inovasi ketiga hadir di sektor pertanian. Galih Triatmojo mengungkapkan bahwa sistem irigasi berbasis IoT yang mereka rancang bertujuan menjawab tantangan klasik di dunia pertanian Indonesia.
“Rancangan sistem irigasi otomatis berbasis IoT ini penting karena mampu meningkatkan kualitas teknologi pertanian yang ada di Indonesia dan membantu para petani untuk melakukan proses irigasi secara otomatis tanpa perlu datang ke sawah. Selain itu, inovasi ini juga mendukung perkembangan teknologi dan SDGs,” ungkap Galih.
Dengan tiga inovasi tersebut, tim ARTERRA UNAIR tidak hanya berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung solusi atas tantangan teknologi dan lingkungan di Indonesia.



