Mahasiswa FIB UNAIR Sabet Dua Gelar Juara di Lomba Kanji Nasional

EduNews

educare.co.id, Surabaya – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Stefennie Patrica Olivia Siho dan Diegarino Dwi Harsandy, berhasil meraih juara pertama dan kedua dalam ajang Lomba Kanji Nasional yang diselenggarakan Universitas Brawijaya (UB) secara daring pada Sabtu (17/5/2025).

Minat keduanya terhadap kanji lahir dari latar belakang yang berbeda. Stefennie yang sebelumnya pernah belajar bahasa Mandarin merasa lebih familiar dengan karakter huruf kanji karena kemiripannya dengan aksara Tiongkok. Sementara itu, Rino sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk unik kanji memicu rasa ingin tahunya untuk memahami makna di balik setiap karakter.

Dari Ajakan Dosen hingga Menjadi Juara

Stefennie mengaku tidak memiliki rencana awal untuk mengikuti perlombaan tersebut. Namun, ajakan dari dosen dan pengalaman sebelumnya yang positif mendorongnya untuk kembali mencoba.

“Awalnya nggak kepikiran ikut, tapi karena di perlombaan kemarin (Kanji Cup) sempat menang, jadi aku coba ikut lagi. Dan ternyata menang juara satu,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi Rino, lomba ini menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus mendorong pengembangan diri. Ia menilai ajakan dari dosen sebagai peluang yang tepat untuk kembali menantang dirinya sendiri.

“Aku ingin terus mencoba dan terus berkembang. Dan akhirnya alhamdulillah, kali ini bisa dapat juara dua. Rasanya senang dan lega karena usahaku terbayar,” ujarnya.

Kompetisi ini terdiri dari tiga babak, dimulai dengan babak penyisihan menggunakan platform Quizizz, dilanjutkan dengan semifinal melalui sistem maru-batsu (benar-salah) dan dokkai (membaca), serta final berdasarkan akumulasi nilai tertinggi. Materi yang diujikan mencakup kanji tingkat menengah hingga lanjutan, yakni level N3 hingga N2. Seluruh rangkaian lomba berlangsung secara daring melalui Zoom dan platform digital lainnya.

Keterbatasan waktu persiapan menjadi tantangan utama bagi Stefennie dan Rino. Mereka hanya menjalani dua sesi latihan bersama dosen pembimbing, selebihnya berlatih secara mandiri dengan metode belajar masing-masing.

Keduanya sepakat bahwa pengalaman ini sangat berarti, tidak hanya menambah wawasan tentang kanji dan strategi menjawab soal, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri. Stefennie berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk turut berkompetisi.

Senada dengannya, Rino berharap semakin banyak mahasiswa FIB UNAIR yang termotivasi mengikuti lomba sejenis di masa mendatang.

“Semoga dengan adanya lomba ini bisa menjadi motivasi, terutama buat adik-adik tingkat. Bayangkan kalau suatu saat nanti juara satu, dua, dan tiga semuanya dari UNAIR, pasti sangat membanggakan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *