Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Genjot Proyek Listrik Berbasis Sampah

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat langkah percepatan pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi menghadapi persoalan sampah nasional sekaligus mendukung ketahanan energi.

Komitmen tersebut terlihat dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, akademisi, serta lembaga riset nasional di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Mengacu pada rilis resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), rapat ini menjadi tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, khususnya percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi.

Pemerintah menilai penanganan sampah tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Karena itu, pemerintah mendorong pendekatan berbasis sains, teknologi, dan inovasi yang melibatkan banyak sektor.

Fokus pada Proyek Energi dan Teknologi Pengolahan Sampah

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas percepatan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi (PSE) Listrik di 12 lokasi prioritas.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pengembangan teknologi pirolisis dan bioenergi untuk mengubah sampah menjadi sumber bahan bakar terbarukan.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi timbunan sampah sekaligus memperkuat pasokan energi nasional dengan target implementasi bertahap hingga 2028.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari pemilahan langsung di sumbernya.

Menurut Brian, setiap jenis sampah membutuhkan teknologi yang berbeda agar pengolahan berjalan lebih efektif.

Teknologi pirolisis, misalnya, lebih sesuai untuk sampah plastik dengan tingkat kemurnian tertentu. Sementara itu, metode lain dapat mengolah sampah organik dan residu.

Kemdiktisaintek Kembangkan Teknologi Berbasis Riset Nasional

Sebagai strategi jangka panjang, Kemdiktisaintek bersama BRIN dan Danantara terus mengembangkan rekayasa teknologi pengolahan sampah berbasis riset nasional.

Tim riset dan pengembang terus menyiapkan berbagai hasil penelitian yang sudah masuk tahap uji coba untuk mengolah sampah rumah tangga, limbah industri, serta limbah medis.

Pemerintah juga mendorong sistem pengolahan sampah secara desentralisasi di tingkat kawasan dengan kapasitas 10–100 ton per hari.

Pemerintah menetapkan Jakarta dan Bandung sebagai wilayah percontohan melalui penguatan sistem pemilahan dan pengolahan sampah berbasis kawasan.

Selain itu, pemerintah mempercepat regulasi dan standardisasi produk hasil pengolahan seperti RDF, biomassa, biochar, dan bahan bakar terbarukan.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat, Kemdiktisaintek optimistis pengolahan sampah menjadi energi dapat memperkuat ekonomi sirkular sekaligus mendukung kemandirian energi Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article