Kemendikdasmen Perkuat Gerakan Anak Aktif Bermain Lewat Hari Anak Nasional 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak anak-anak Indonesia untuk kembali aktif bermain dan mengurangi penggunaan gawai. Ajakan tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Semua Setara Riang Bersama.”

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), peringatan Hari Anak Nasional akan berlangsung di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 23 Juli 2026. Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Perkuat Hak Anak Melalui Kolaborasi

Kemendikdasmen memanfaatkan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat pemenuhan hak anak. Pemerintah juga mengajak berbagai pihak membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, menegaskan bahwa perlindungan anak membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Seruni Kabinet Merah Putih, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian PPPA, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Main Raya Anak Nusantara Jadi Ruang Belajar

Kemendikdasmen juga menghadirkan Main Raya Anak Nusantara sebagai bagian dari peringatan HAN 2026. Program ini menggabungkan permainan tradisional, aktivitas STEAM, dan eksplorasi alam.

Anak-anak PAUD hingga SD kelas rendah akan mencoba berbagai aktivitas. Mereka akan bermain peran, membuat layang-layang, merancang kincir angin, serta mengikuti kegiatan ilmuwan cilik.

Sementara itu, peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA akan memainkan congklak, gasing, bakiak, rangku alu, egrang batok, dan membuat perahu jong.

Seluruh kegiatan tersebut membantu anak mengembangkan kemampuan fisik, sosial, emosional, dan kognitif melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Gawai Perlu Digunakan Secara Seimbang

Kemendikdasmen juga terus menyosialisasikan pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Langkah ini bertujuan menjaga kesehatan fisik, memperkuat kemampuan bersosialisasi, serta mendukung perkembangan emosional dan kognitif anak.

Namun, Kurniawan menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang anak menggunakan teknologi.

“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” jelasnya.

Menurutnya, anak tetap membutuhkan ruang untuk bermain bersama teman, berinteraksi dengan keluarga, dan mengenal lingkungan sekitar.

Dorong Anak Tumbuh Lebih Optimal

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Pemerintah berharap gerakan tersebut mendorong anak membangun kebiasaan belajar dan bermain yang lebih sehat. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh secara optimal sekaligus menikmati masa kanak-kanak.

Di akhir kegiatan, Kurniawan mengajak seluruh masyarakat ikut mendukung pemenuhan hak anak di Indonesia.

“Mari bergandengan tangan. Pastikan setiap anak tumbuh setara, berkembang seutuhnya, dan riang bersama menuju masa depan yang gemilang,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img