“Zero Sugar” Belum Tentu Sehat, Ini Cara Membongkar Isi Makanan dari Label Gizi

Must read

EDUCARE.CO.ID – Tulisan “rendah lemak”, “tanpa gula”, atau “tinggi serat” di kemasan makanan memang terlihat meyakinkan. Namun, konsumen sebaiknya tidak berhenti pada klaim tersebut.

Kunci untuk mengetahui kandungan sebenarnya justru terletak pada label gizi di bagian belakang kemasan. Informasi tersebut membantu konsumen melihat ukuran porsi, jumlah kalori, gula, lemak, protein, hingga natrium dalam produk yang akan dikonsumsi.

Memahami label gizi juga membantu masyarakat mengontrol asupan makanan dan membangun pola hidup yang lebih sehat. Karena itu, jangan hanya melihat bagian depan kemasan sebelum membeli makanan atau minuman.

Label Gizi Menjadi Acuan Utama

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), label gizi memberikan informasi mengenai energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, gula, dan natrium pada produk pangan kemasan.

Informasi tersebut dapat membantu konsumen menentukan pilihan sesuai kebutuhan. Misalnya, konsumen dapat membandingkan produk dengan kandungan gula, garam, atau lemak yang lebih rendah.

Konsumen juga dapat mencari produk yang memiliki kandungan serat dan protein lebih tinggi. Dengan begitu, keputusan membeli tidak hanya bergantung pada tampilan kemasan atau klaim promosi.

Jangan Lewatkan Ukuran Porsi

Bagian pertama yang perlu diperiksa ialah ukuran porsi atau serving size.

Angka pada tabel informasi nilai gizi mengacu pada jumlah tersebut. Jadi, jika satu kemasan berisi lebih dari satu porsi, konsumen perlu menghitung kembali total nutrisi berdasarkan jumlah yang benar-benar dimakan.

Sebagai contoh, satu porsi makanan mengandung 150 kkal. Jika seseorang mengonsumsi dua porsi, total energi yang masuk mencapai 300 kkal.

Kesalahan menghitung porsi dapat membuat konsumen salah memperkirakan asupan harian. Kondisi ini juga sering terjadi ketika seseorang sedang menjalani program diet.

Cek Jumlah Kalori dalam Satu Porsi

Setelah melihat ukuran porsi, periksa jumlah energi atau kalori.

Kalori memberikan energi yang tubuh gunakan untuk menjalankan berbagai aktivitas. Namun, kebutuhan energi setiap orang berbeda sehingga konsumen perlu menyesuaikan asupan dengan kebutuhan masing-masing.

Jangan lupa mengalikan jumlah kalori dengan banyaknya porsi yang dikonsumsi.

Misalnya, sebuah produk mencantumkan 150 kkal per porsi dan seseorang menghabiskan dua porsi. Artinya, konsumsi energi dari produk tersebut mencapai 300 kkal, bukan 150 kkal.

Perhatikan Karbohidrat, Protein, dan Lemak

Label gizi juga mencantumkan tiga makronutrien utama, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak.

Karbohidrat menjadi salah satu sumber energi tubuh. Konsumen perlu memperhatikan jumlah karbohidrat total sekaligus kandungan gula dan serat di dalamnya.

Protein berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu mempertahankan massa otot. Karena itu, kandungan protein juga layak menjadi pertimbangan ketika memilih makanan.

Sementara itu, lemak memiliki kandungan energi yang cukup tinggi. Konsumen perlu memperhatikan jumlah lemak total, terutama lemak jenuh dan lemak trans.

Masyarakat juga perlu mencermati kandungan gula dan natrium. Asupan gula berlebih dapat menambah jumlah kalori harian, sedangkan konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Gunakan %AKG untuk Membandingkan Produk

Selain jumlah zat gizi, konsumen dapat melihat Persen Angka Kecukupan Gizi (%AKG) pada label.

%AKG menunjukkan kontribusi zat gizi dari satu porsi makanan terhadap kebutuhan harian. Informasi tersebut umumnya menggunakan acuan kebutuhan energi sebesar 2.000 kkal per hari.

Sebagai patokan sederhana, nilai 5% atau kurang menunjukkan kandungan yang rendah, sedangkan 20% atau lebih menunjukkan kandungan yang tinggi.

Namun, konsumen tetap perlu melihat kebutuhan masing-masing. Angka pada kemasan berfungsi sebagai panduan, bukan angka mutlak yang berlaku sama bagi setiap orang.

Baca Daftar Bahan di Kemasan

Jangan berhenti setelah membaca tabel gizi. Periksa juga daftar komposisi bahan pada kemasan.

Produsen mencantumkan bahan berdasarkan jumlahnya, mulai dari yang paling banyak hingga paling sedikit. Karena itu, posisi suatu bahan dapat memberikan gambaran mengenai komposisi produk.

Jika gula, sirup, atau bahan sejenis muncul di bagian awal daftar, konsumen perlu mencermati kandungannya lebih lanjut.

Membaca komposisi juga membantu konsumen mengetahui bahan yang mungkin ingin mereka batasi atau hindari sesuai kebutuhan.

Jangan Mudah Percaya Klaim di Bagian Depan

Tulisan seperti “natural”, “low fat”, “zero sugar”, “rendah lemak”, atau “tinggi serat” memang dapat menarik perhatian. Namun, konsumen tetap perlu memeriksa informasi gizi untuk mengetahui kandungan produk secara lebih lengkap.

Satu klaim tidak selalu memberikan gambaran keseluruhan mengenai komposisi makanan.

Produk dengan klaim “rendah lemak”, misalnya, belum tentu rendah gula atau kalori. Begitu pula produk dengan label “zero sugar” tetap perlu diperiksa kandungan energi dan bahan lainnya.

Karena itu, biasakan membandingkan klaim kemasan, tabel gizi, dan daftar bahan sebelum menentukan pilihan.

Cara Cepat Membaca Label Gizi

Agar tidak bingung ketika berbelanja, konsumen dapat mengikuti beberapa langkah sederhana:

  1. Lihat ukuran porsi terlebih dahulu.
  2. Hitung jumlah porsi yang akan dikonsumsi.
  3. Periksa kalori berdasarkan jumlah porsi sebenarnya.
  4. Cek gula, lemak, dan natrium yang tercantum dalam tabel.
  5. Bandingkan %AKG untuk melihat kontribusi zat gizi.
  6. Cari produk dengan serat dan protein sesuai kebutuhan.
  7. Baca daftar bahan dari urutan paling awal.
  8. Bandingkan informasi gizi, bukan hanya klaim di bagian depan kemasan.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih sadar saat memilih makanan dan minuman.

Lebih Teliti, Lebih Bijak Memilih Makanan

Membaca label gizi tidak membutuhkan waktu lama, tetapi kebiasaan ini dapat membantu masyarakat memahami apa yang masuk ke tubuh.

Jangan biarkan tulisan besar di bagian depan kemasan menjadi satu-satunya pertimbangan. Luangkan waktu untuk melihat ukuran porsi, kalori, kandungan gula, lemak, protein, natrium, %AKG, serta daftar bahan.

Dengan memahami informasi tersebut, konsumen dapat memilih makanan dan minuman kemasan secara lebih bijak sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan pola makan sehari-hari.

 

Penulis: Meilia Dewi Pertiwi

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article