UNDIP Gandeng Industri, Bakteri Mangrove Dikembangkan Jadi Body Lotion Spray

Must read

EDUCARE.CO.ID – Riset bioteknologi kelautan Universitas Diponegoro (UNDIP) mulai bergerak menuju produk yang dapat digunakan masyarakat. UNDIP menggandeng Natureline, pelaku usaha di bidang aromaterapi dan parfum tubuh, untuk mengembangkan kosmetik body lotion spray POSTBIO-FUSE berbasis senyawa aktif dari simbion mangrove dan sedimen laut.

Produk tersebut lahir dari riset konsorsium tiga perguruan tinggi, yakni UNDIP, Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Tim peneliti mengembangkan senyawa aktif dari mikroorganisme laut dan mangrove untuk menghasilkan produk kosmetik dengan potensi antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging.

Berdasarkan sumber Universitas Diponegoro (UNDIP), kerja sama tersebut resmi diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNDIP dan Natureline pada Jumat (21/8). Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dan pemilik Natureline Arini Khoiriyah menandatangani MoU di Ruang Kerja Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang.

UNDIP Ingin Riset Tak Berhenti di Laboratorium

Hilirisasi menjadi salah satu alasan utama UNDIP menggandeng mitra industri. Kampus ingin mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai publikasi atau prototipe.

Rektor UNDIP Prof. Suharnomo mengatakan kampus memiliki banyak hasil riset dan paten sederhana. Namun, belum banyak inovasi yang berhasil masuk ke pasar.

“Hasil riset sudah banyak, tapi hanya sekitar 10% yang berhasil terhilirisasi. Produk inovasi UNDIP harus tersebar dan benar-benar ada di pasar. Kita perlu terus berikhtiar agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium,” jelas Prof. Suharnomo.

Menurutnya, kolaborasi dengan industri menjadi salah satu cara untuk memperkecil jarak antara kemampuan riset kampus dan kebutuhan pasar.

Natureline kemudian mengambil peran pada sisi produksi dan pemasaran. Sementara itu, UNDIP membawa kapasitas penelitian serta pengembangan teknologi yang mendasari produk.

Pemilik Natureline, Arini Khoiriyah, menyambut kerja sama tersebut sebagai bentuk sinergi antara akademisi dan pelaku usaha.

“Melalui kerja sama ini, pihak UNDIP berperan dalam keunggulan riset, dan kami mendukung dalam aspek produksi dan pemasaran. Kami berharap produk ini dapat segera menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Arini.

POSTBIO-FUSE Manfaatkan Mikroorganisme Laut

Peneliti UNDIP Prof. Dr. Ir. Delianis Pringgenies, M.Sc. menjelaskan bahwa POSTBIO-FUSE memanfaatkan bakteri simbion yang berasal dari ekosistem laut dan mangrove Indonesia.

Tim memilih mikroorganisme tersebut melalui proses seleksi dan pengujian untuk melihat aktivitas biologisnya. Hasil riset menunjukkan potensi antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging.

“Produk ini memanfaatkan bakteri simbion laut dan mangrove hasil seleksi yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging,” jelas Prof. Delianis.

Produk tersebut kemudian hadir dalam bentuk body lotion spray. Formulasi ini menjadi salah satu upaya tim untuk menghadirkan produk berbasis bahan alam dengan penggunaan yang praktis.

Riset POSTBIO-FUSE juga mencakup pengujian in vitro dan in vivo. Pengujian tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan sebelum produk masuk ke tahap komersialisasi.

Empat Keunggulan yang Diusung POSTBIO-FUSE

POSTBIO-FUSE membawa sejumlah karakter utama yang menjadi dasar pengembangannya.

Pertama, berbasis mikroorganisme unggul. Tim memanfaatkan mikrobioma dari ekosistem laut dan mangrove Indonesia sebagai sumber senyawa aktif.

Kedua, memiliki fungsi yang beragam. Senyawa hasil riset menunjukkan potensi aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging.

Ketiga, menggunakan formulasi body lotion spray. Bentuk tersebut menawarkan penggunaan yang praktis sekaligus membawa konsep kosmetik berbasis bahan alami.

Keempat, diarahkan menuju hilirisasi. Natureline akan mendukung proses produksi dan pemasaran, sementara pengembangan produk tetap mengacu pada hasil riset yang dilakukan konsorsium perguruan tinggi.

Untuk tahap komersialisasi, produk masih perlu memenuhi berbagai persyaratan industri, termasuk proses perizinan dan standar yang berlaku sebelum dapat beredar secara luas.

Kolaborasi Tiga Kampus Berlanjut ke Industri

Pengembangan POSTBIO-FUSE tidak lahir dari satu institusi saja. Riset tersebut melibatkan tiga perguruan tinggi yang menggabungkan kapasitas masing-masing dalam bidang bioteknologi kelautan.

UNDIP, UNRI, dan UMRAH mengembangkan penelitian terkait senyawa aktif yang berasal dari simbion mangrove dan sedimen laut. Hasil penelitian tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan produk kosmetik.

Kolaborasi dengan Natureline membawa riset tersebut ke tahap yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Mitra usaha dapat membantu menguji kesiapan produk dari sisi produksi dan pemasaran.

Model seperti ini membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi masyarakat.

Riset Kelautan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Potensi bioteknologi laut Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penelitian lingkungan dan kelautan. Mikroorganisme yang hidup dalam ekosistem laut juga dapat menjadi sumber senyawa aktif untuk berbagai kebutuhan industri.

POSTBIO-FUSE menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi tersebut dalam bidang kosmetik. Tim mengolah hasil eksplorasi bioteknologi laut menjadi inovasi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Peneliti dapat mengembangkan basis ilmiah, sedangkan industri membantu membawa inovasi menuju tahap produksi dan pasar.

Dorong Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi

Penandatanganan MoU UNDIP dan Natureline menjadi langkah awal untuk memperkuat pengembangan POSTBIO-FUSE. Kedua pihak berharap kerja sama tersebut dapat menghasilkan produk kosmetik yang memiliki nilai ilmiah sekaligus nilai komersial.

Lebih jauh, kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi mendapat jalur menuju industri. Riset tidak berhenti pada laboratorium, tetapi terus berkembang melalui proses formulasi, pengujian, produksi, hingga pemasaran.

Kerja sama tersebut juga mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri.

Dengan menggandeng Natureline, UNDIP menunjukkan upaya mempercepat hilirisasi inovasi berbasis bioteknologi laut. POSTBIO-FUSE pun menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan hayati Indonesia dapat mendorong lahirnya produk inovatif dengan nilai tambah.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article