Mahasiswa UNU Jogja Angkat Masalah Sampah Anak, Risetnya Sabet Penghargaan Internasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Riset pendidikan lingkungan membawa mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) meraih penghargaan di forum akademik internasional.

Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNU Jogja meraih empat penghargaan dalam konferensi internasional bertajuk “Empowering Islamic Studies and Education: The Intersection of Law, Economics, and AI Technology in the Digital Era”.

Konferensi tersebut berlangsung di Institute Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (Insima) Cilacap pada Senin (7/9/2026).

Dua mahasiswa FIP meraih penghargaan Best Research. Selain itu, UNU Jogja juga memperoleh penghargaan Best Presenter dan Best Topic.

Capaian tersebut menunjukkan beragam fokus riset yang berkembang di lingkungan FIP. Topiknya mencakup pendidikan lingkungan, pendidikan humanistik, teknologi pembelajaran, hingga komunikasi berbasis nilai Islam.

Riset Nofita Angkat Masalah Sampah Anak

Salah satu penghargaan Best Research diraih Nofita Nur Safitri.

Ia mengangkat penelitian berjudul “Internalization of Environmental Care Characters in Children from Marginal Villages through Community-based Education”.

Dalam riset tersebut, Nofita membahas persoalan sampah dan kerentanan lingkungan di kawasan bantaran sungai. Ia kemudian menghubungkan persoalan itu dengan pendidikan karakter bagi anak-anak.

Nofita menggunakan pendekatan pendidikan berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut mengajak anak belajar melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka.

Anak-anak mengikuti kegiatan berkebun dan pengelolaan sampah. Mereka juga terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, relawan membangun kebiasaan peduli lingkungan melalui contoh nyata. Anak-anak pun dapat melihat langsung bagaimana masyarakat menjaga lingkungan sekitar.

Melalui pendekatan tersebut, penelitian Nofita menempatkan pendidikan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.

Nilai Humanistik dalam Novel Guru Aini

Mahasiswa FIP lainnya, As Shifa Al Qolbi, juga meraih penghargaan Best Research.

Shifa mengangkat penelitian berjudul “Humanistic Educational Values for Elementary School-age Children in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata”.

Ia mengkaji nilai-nilai pendidikan humanistik dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Selanjutnya, Shifa melihat relevansi nilai tersebut dengan pendidikan anak usia sekolah dasar.

Menurut kajiannya, pendidikan humanistik dapat membantu anak membangun konsep diri yang positif. Pendekatan ini juga dapat mendorong kepedulian terhadap orang lain.

Selain itu, anak membutuhkan ruang yang aman untuk mengembangkan potensinya. Lingkungan yang menerima dan menghargai anak juga mendukung proses tersebut.

Karena itu, penelitian Shifa menyoroti pentingnya nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan anak.

Riset E-Learning Raih Best Presenter

Selain dua penghargaan Best Research, UNU Jogja juga meraih Best Presenter.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Annuril Baihaqi Achmadi dan Khusnul Harsul Lisan, M.Hum.

Keduanya mempresentasikan penelitian berjudul “Developing A Mobile-Based E-Learning Module Using Google Antigravity for English Communication Skills for Paket C Students at PKBM Tunas Mandiri”.

Dalam penelitian tersebut, keduanya mengembangkan modul e-learning Mandiri Tunas English Learning (MANTUL).

Modul MANTUL memanfaatkan teknologi berbasis seluler dan Google Antigravity. Tim mengembangkan modul tersebut untuk membantu siswa Paket C meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris.

Pendekatan berbasis teknologi memberi alternatif pembelajaran bagi peserta didik Paket C. Pada saat yang sama, riset tersebut menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pendidikan nonformal.

Best Topic Angkat Komunikasi Berbasis Nilai Islam

Penghargaan keempat datang dari kategori Best Topic.

Harisna Hikmah, M.Pd. meraih penghargaan tersebut melalui penelitian “Speaking Critically, Communicating Ethically: Development and Validation of an Islamic Values-Based Needs Analysis Instrument”.

Harisna mengembangkan Need Analysis Instrument untuk mengukur kemampuan berbicara kritis (critical speaking).

Ia menggunakan Qaul Framework sebagai landasan dalam pengembangan instrumen tersebut.

Riset ini mempertemukan kemampuan komunikasi kritis dengan nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan tersebut, penelitian Harisna tidak hanya melihat kemampuan berbicara, tetapi juga aspek etika dalam komunikasi.

Dekan FIP Apresiasi Capaian Mahasiswa

Berdasarkan keterangan UNU Jogja, empat penghargaan tersebut menjadi bagian dari perkembangan budaya penelitian di lingkungan FIP.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Jogja, Dr. Mustaghfiroh Rahayu, mengapresiasi capaian dosen dan mahasiswa tersebut.

Menurut Mustaghfiroh, capaian itu menunjukkan perkembangan kemampuan literasi penelitian dan karya tulis ilmiah sivitas akademika UNU Jogja.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi penelitian dan karya tulis ilmiah dosen serta mahasiswa terus berkembang. Hal ini sejalan dengan visi dan misi UNU Jogja untuk mendorong sivitas akademika agar mampu berkompetisi di tingkat nasional hingga global,” ujarnya.

Ia menilai forum akademik seperti konferensi internasional dapat membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas pengalaman penelitian.

Selain itu, forum tersebut mempertemukan peneliti dari berbagai perguruan tinggi. Kondisi ini memberi ruang bagi sivitas akademika UNU Jogja untuk bertukar gagasan dan memperluas jejaring akademik.

Empat Penghargaan Bawa Beragam Isu Pendidikan

Empat penghargaan UNU Jogja hadir melalui tema penelitian yang berbeda.

Nofita mengangkat pendidikan lingkungan dan kepedulian terhadap sampah. Sementara itu, Shifa membahas nilai humanistik dalam pendidikan anak.

Di sisi lain, Annuril dan Khusnul membawa tema teknologi pembelajaran untuk siswa Paket C. Harisna kemudian mengangkat kemampuan komunikasi kritis dengan pendekatan nilai Islam.

Keempat karya tersebut menunjukkan luasnya isu pendidikan yang menjadi perhatian mahasiswa dan dosen FIP UNU Jogja.

Lebih dari itu, capaian tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan penelitian dari berbagai persoalan di sekitar mereka.

Riset tentang lingkungan, sastra, teknologi, dan komunikasi kemudian bertemu dalam satu forum akademik internasional.

Bagi UNU Jogja, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan budaya penelitian. Dengan demikian, mahasiswa dan dosen memiliki lebih banyak ruang untuk membawa karya ilmiah mereka ke tingkat nasional ma

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article