EDUCARE.CO.ID – Minuman herbal kembali diminati masyarakat karena manfaatnya bagi kesehatan. Tren tersebut dimanfaatkan SMKN 1 Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, sebagai media pembelajaran sekaligus peluang usaha bagi para murid.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Konsentrasi Keahlian Kimia Industri SMKN 1 Gunung Putri memproduksi jahe instan melalui program Teaching Factory (Tefa). Produk tersebut hadir dengan cita rasa jahe yang kuat, praktis dikonsumsi, dan memiliki nilai jual.
Teaching Factory Latih Kompetensi dan Jiwa Wirausaha
Guru Kimia Industri SMKN 1 Gunung Putri, Evy Citra Ayu Negari, menjelaskan bahwa produksi jahe instan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Menurut Evy, jahe dipilih karena mudah diperoleh dan memiliki permintaan pasar yang terus meningkat. Selain itu, produk herbal instan kini semakin diminati masyarakat.
Sekolah kemudian mengembangkan produk jahe instan dengan merek JMS. Produk tersebut menjadi sarana bagi murid untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memahami proses bisnis sejak masih bersekolah.
Murid Belajar dari Proses Produksi
Murid memulai proses produksi dengan memilih jahe berkualitas. Setelah itu, mereka membersihkan, mengolah, hingga menghasilkan serbuk jahe instan yang siap dikemas.
Selama proses tersebut, murid menerapkan berbagai kompetensi Kimia Industri. Mereka menganalisis kualitas bahan baku, mengukur komposisi secara tepat, menjaga kebersihan produksi, serta memastikan mutu produk tetap konsisten.
Melalui praktik tersebut, murid memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Produk Dipasarkan ke Masyarakat
Tidak berhenti di ruang praktik, sekolah juga mengenalkan murid pada proses pemasaran. Jahe instan JMS dipasarkan di lingkungan sekolah serta kepada masyarakat sekitar.
Evy berharap pengalaman tersebut mampu membuka wawasan murid mengenai dunia usaha. Dengan begitu, lulusan tidak hanya siap bekerja di industri, tetapi juga memiliki bekal untuk membangun usaha sendiri.
Program Teaching Factory di SMKN 1 Gunung Putri menunjukkan bahwa pembelajaran vokasi dapat menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus melatih kompetensi, produktivitas, dan jiwa kewirausahaan para murid.




