Tingkatkan Daya Ingat Lansia, FKUI Ungkap Rahasia Tanaman Obat dan Olahraga yang Terbukti Ampuh!

Eduhealth Edutainment

EDUCARE.CO.ID, Jumlah orang dengan demensia di Indonesia diperkirakan mencapai 2 juta pada 2030 dan melonjak dua kali lipat pada 2050, menurut data Kementerian Kesehatan RI. Menghadapi ancaman tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengambil langkah preventif lewat edukasi sinergi antara tanaman obat dan olahraga.

Kegiatan bertajuk “Edukasi Sinergi Tanaman Obat dan Aktivitas Fisik untuk Menjaga Daya Ingat Lansia” ini digelar di Kampung Lio, Pancoran Mas, Depok. Sebanyak 60 peserta lansia dan pendamping hadir untuk belajar menjaga fungsi kognitif secara alami.

Pegagan, Tanaman Obat untuk Daya Ingat Lansia

Ketua Tim Pengmas FKUI, Dr. dr. Adisti Dwijayanti, M.Biomed., menjelaskan bahwa salah satu solusi alami menjaga otak lansia adalah tanaman pegagan (Centella asiatica).

“Pegagan mengandung senyawa aktif asiaticoside dan madecassoside yang berfungsi sebagai neuroprotektor. Zat ini membantu melancarkan sirkulasi darah ke otak dan melindungi sel saraf dari kerusakan akibat radikal bebas,” ujar Dr. Adisti.

Tanaman pegagan dikenal sebagai brain tonic alami yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, memperbaiki suasana hati, dan menurunkan risiko pikun. FKUI bahkan membagikan bibit pegagan kepada peserta agar bisa menanam dan memanfaatkannya di rumah.

Olahraga Ringan, Aktivitas Fisik yang Bikin Otak Sehat

Selain tanaman obat, FKUI juga menekankan pentingnya aktivitas fisik rutin untuk mempertahankan memori.
Menurut dr. Imelda Rosalyn Sianipar, M.Biomed., Ph.D, olahraga teratur minimal 30 menit per hari dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan menstimulasi pembentukan sel saraf baru (neurogenesis).

“Aktivitas fisik tidak harus berat. Jalan kaki santai, senam ringan, atau peregangan sudah cukup untuk menjaga kebugaran lansia,” jelasnya.

Kombinasi tanaman obat untuk daya ingat lansia dan olahraga ringan ini menjadi strategi holistik yang mudah diterapkan sehari-hari.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Kampung Lio. Ketua RW 19, Sabani Syukri, mengungkapkan rasa terima kasih kepada FKUI atas program edukatif ini.

“Kami sangat senang. Para lansia jadi tahu cara menjaga daya ingat dengan tanaman obat dan olahraga,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, FKUI berupaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sekaligus memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan otak.

Edukasi FKUI ini menunjukkan bahwa kombinasi tanaman obat dan aktivitas fisik dapat menjadi langkah efektif dalam meningkatkan daya ingat lansia. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti pegagan dan kebiasaan olahraga, masyarakat bisa menjaga kesehatan otak secara alami, mandiri, dan berkelanjutan. ( SCP )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *