EDUCARE.CO.ID – Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai kampus yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dalam Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak 2025 yang digelar di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, UTU menjadi salah satu dari 61 perguruan tinggi terpilih di Indonesia yang mempresentasikan hasil inovasi dan pengabdian masyarakat. Kehadiran UTU dalam forum nasional bergengsi ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis kearifan lokal mampu menarik perhatian dan memberikan dampak luas bagi pembangunan masyarakat.
Melalui program bertajuk “Hilirisasi Teknologi BuDar Ramah Lingkungan Berbasis Sumberdaya Lokal”, tim UTU menghadirkan solusi bagi nelayan tradisional di Desa Meureubo, Aceh Barat. Inovasi Bubu Dasar (BuDar) yang memanfaatkan bahan lokal seperti batang pinang dan rotan berhasil menjadi alternatif alat tangkap yang efektif sekaligus ramah lingkungan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan ikan bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mengurangi praktik destructive fishing yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Tidak berhenti pada aspek perikanan, program ini juga menyentuh sektor pemberdayaan ekonomi keluarga nelayan. Tim UTU memberikan pelatihan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Istri Nelayan untuk mengolah hasil sampingan laut menjadi produk bernilai jual tinggi seperti bakso, kaki naga, dan nugget. Bahkan, para mitra turut dibekali keterampilan pemasaran digital melalui platform marketplace dan media sosial, sehingga produk olahan mereka mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Pada sesi gelar karya, stan UTU sukses mencuri perhatian para penilai dan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Presentasi teknologi BuDar beserta capaian dampaknya menjadi contoh nyata bagaimana riset, inovasi, dan pengabdian dapat berjalan beriringan untuk menciptakan perubahan. Keikutsertaan UTU dalam forum ini tidak hanya memperkuat reputasi kampus sebagai pusat inovasi yang berdampak, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membawa model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis kearifan lokal Indonesia ke panggung global.



