EDUCARE.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Dua siswi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma, berhasil meraih Gold Medal serta Second Prize kategori Biological Sciences pada The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 di Bangkok, Thailand.
Berdasarkan sumber Kementerian Agama Republik Indonesia, kedua siswi tersebut meraih penghargaan melalui penelitian tentang inhaler berbahan alami dari serai wangi (Cymbopogon nardus) dan pala (Myristica fragrans).
Kembangkan Inhaler Herbal untuk Remaja
Penelitian itu mengangkat judul DIRAMU: Integrated Phytochemical Profiling and Development of a Myristica fragrans and Cymbopogon nardus Essential Oil Inhaler for Neurorelaxation and Anxiety Reduction.
Melalui riset tersebut, Sachio dan Nachwa mengembangkan inhaler herbal sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi kecemasan pada remaja.
Selanjutnya, tim memanfaatkan teknologi Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) guna menganalisis kandungan minyak atsiri dari serai wangi dan pala.
Hasil analisis menunjukkan adanya senyawa aktif, seperti sabinene dan myristicin, yang berpotensi memberikan efek relaksasi pada sistem saraf.
Uji Efektivitas Berikan Hasil Positif
Penelitian tidak berhenti pada identifikasi senyawa aktif. Tim juga menguji efektivitas inhaler yang mereka kembangkan.
Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan remaja secara signifikan.
“Hasil penelitian menunjukkan penggunaan inhaler tersebut mampu menurunkan skor kecemasan remaja secara signifikan dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 3,46. Temuan ini menjadi dasar bahwa inovasi tersebut berpotensi menjadi terapi komplementer yang sederhana, mudah digunakan, dan bermanfaat,” ujar Hilal.
Bukti Budaya Riset Terus Berkembang
Selain menghasilkan inovasi, penelitian tersebut juga menunjukkan kemampuan siswa madrasah dalam menjawab persoalan nyata melalui sains.
Menurut Hilal, prestasi internasional memang membanggakan. Namun, manfaat penelitian bagi masyarakat jauh lebih penting.
“Kami ingin membangun budaya riset yang melahirkan inovasi dengan manfaat nyata. Prestasi internasional tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penelitian siswa dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat,” katanya.
Harumkan Nama Indonesia di Thailand
Sachio dan Nachwa mempresentasikan hasil riset mereka pada The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 7–11 Juli 2026.
Mereka kemudian berhasil membawa pulang Gold Medal sekaligus Second Prize pada kategori Biological Sciences.
Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui inovasi berbasis penelitian.
Di sisi lain, capaian itu memperkuat budaya riset di lingkungan madrasah. Karena itu, MAN IC Serpong terus mendorong peserta didik untuk menghasilkan penelitian yang inovatif, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.




