Rutin Minum Air Lemon Bikin Kurus? Ini Penjelasan Ahli Endokrinologi

Must read

EDUCARE.CO.ID – Air hangat dengan perasan lemon sering menjadi pilihan minuman pagi bagi orang yang ingin menjalani pola hidup sehat. Minuman sederhana ini juga kerap dikaitkan dengan program penurunan berat badan.

Salah satu klaim yang cukup populer menyebut air lemon mampu membakar lemak di area perut. Anggapan tersebut tentu menarik bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Namun, air lemon ternyata tidak memiliki kemampuan khusus untuk menghilangkan lemak perut. Ahli Endokrinologi dan Diabetologi dari Aster Whitefield Hospitals, India, Dr Narendra BS, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Pernyataan Dr Narendra dikutip dari Times of India. Menurutnya, tubuh tidak dapat memilih satu bagian tertentu untuk membakar lemak hanya karena seseorang mengonsumsi minuman tertentu.

Air Lemon Tidak Membakar Lemak Perut Secara Spesifik

Tubuh membakar lemak sebagai bagian dari proses penggunaan energi. Karena itu, seseorang tidak bisa mengarahkan proses pembakaran lemak hanya ke bagian perut.

Penurunan lemak perut biasanya mengikuti penurunan lemak tubuh secara keseluruhan. Pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan kebiasaan sehari-hari turut memengaruhi proses tersebut.

Artinya, segelas air lemon tidak dapat menggantikan pola hidup sehat. Minuman ini juga tidak memiliki zat khusus yang secara langsung menghancurkan timbunan lemak di perut.

Berat Badan Bisa Turun karena Asupan Kalori Berkurang

Lalu, mengapa sebagian orang merasa berat badannya turun setelah rutin minum air lemon?

Dr Narendra menjelaskan bahwa perubahan kebiasaan minum dapat menjadi faktor utamanya. Misalnya, seseorang yang biasa minum kopi manis pada pagi hari kemudian menggantinya dengan air lemon tanpa gula.

Perubahan tersebut dapat mengurangi asupan kalori harian. Jus kemasan dan minuman manis juga biasanya menyumbang kalori lebih banyak daripada air lemon tanpa tambahan gula.

Dalam kondisi seperti itu, penurunan berat badan lebih berkaitan dengan berkurangnya asupan kalori. Lemon sendiri bukan penyebab utama pembakaran lemak.

Lemon Tetap Punya Kandungan Vitamin C

Meski tidak membakar lemak, lemon tetap memiliki nilai gizi. Buah ini mengandung vitamin C yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.

Namun, konsumsi air lemon tidak seharusnya menggantikan buah dan sayuran utuh. Tubuh membutuhkan beragam vitamin, mineral, serat, serta zat gizi lain dari berbagai sumber makanan.

Karena itu, masyarakat sebaiknya menempatkan air lemon sebagai pelengkap pola makan. Jangan mengandalkan minuman tersebut sebagai sumber utama nutrisi harian.

Air Lemon Bukan Minuman Detoks

Klaim lain yang sering muncul berkaitan dengan air lemon adalah efek detoksifikasi. Sebagian orang percaya minuman ini mampu membersihkan atau membilas racun dari dalam tubuh.

Dr Narendra menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Tubuh sudah memiliki organ seperti hati dan ginjal yang menjalankan fungsi penting dalam proses metabolisme dan pembuangan zat sisa.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mengandalkan air lemon sebagai minuman khusus untuk “membersihkan” tubuh.

Tidak Harus Hangat dan Tidak Wajib Diminum Pagi

Air lemon juga sering dianggap memiliki manfaat lebih besar jika seseorang meminumnya dalam kondisi hangat setelah bangun tidur.

Dr Narendra justru menyebut waktu dan suhu tersebut bukan syarat khusus untuk mendapatkan manfaat air lemon.

“Air lemon bisa dikonsumsi dingin maupun hangat, kapan saja, baik pagi maupun malam hari,” ungkapnya.

Jadi, masyarakat dapat menyesuaikan suhu dan waktu konsumsi dengan preferensi masing-masing. Tidak ada keharusan untuk meminumnya tepat setelah bangun tidur.

Perhatikan Efeknya pada Gigi dan Lambung

Air lemon umumnya aman bagi banyak orang. Namun, sifat asam dari lemon tetap perlu mendapat perhatian.

Konsumsi minuman asam terlalu sering dapat meningkatkan risiko erosi enamel gigi. Karena itu, menjaga kebersihan gigi tetap penting bagi orang yang rutin mengonsumsi air lemon.

Pada sebagian orang, minuman asam juga dapat memicu rasa panas di dada atau heartburn. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki keluhan refluks atau sensitif terhadap makanan dan minuman asam.

Jika konsumsi air lemon menimbulkan keluhan, sebaiknya kurangi frekuensinya atau hentikan sementara.

Air Lemon Boleh Jadi Pilihan, Bukan Andalan Diet

Segelas air lemon tanpa gula tetap bisa menjadi pilihan minuman yang menyegarkan. Minuman ini juga dapat membantu seseorang mengurangi konsumsi minuman manis jika menjadi pengganti kopi manis, soda, atau minuman tinggi kalori.

Namun, jangan menganggap air lemon sebagai pembakar lemak. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan minuman tersebut mampu menghilangkan lemak perut secara khusus.

Program penurunan berat badan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Atur pola makan, perbanyak aktivitas fisik, cukup tidur, dan kelola stres secara konsisten.

Pada akhirnya, manfaat terbesar dari kebiasaan minum air lemon mungkin muncul ketika kebiasaan tersebut membantu seseorang memilih minuman yang lebih rendah kalori. Bukan karena lemon memiliki kemampuan khusus untuk membakar lemak.

 

Penulis: Putri Faathiman Niara

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article