Lima siswa MTsN 3 Jembrana, Bali, berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia International Invention Expo (IIIEX) 2026. Mereka membawa inovasi bertema lingkungan yang memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan pembelajaran ekologi.
Kelima siswa tersebut terdiri atas Deandra Gaia Naureen, Danisha Fahma Syakira, Muhammad Defan Al Hafidzi, Putri Jessica Valencia, dan Dyah Qonita Faiqotuzzihnie.
Mereka mengembangkan karya berjudul “Pengembangan Aplikasi Lestari AI sebagai Laboratorium Ekologi Cerdas” pada bidang Environment.
IIIEX 2026 berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Semarang pada 24 Agustus hingga 3 September 2026. Ajang tersebut mempertemukan 122 tim dari berbagai sekolah di Indonesia.
Berdasarkan sumber Kementerian Agama (Kemenag), prestasi tersebut menunjukkan kemampuan siswa madrasah dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi sekaligus menjawab persoalan lingkungan.
Lestari AI Gabungkan Teknologi dan Ekologi
Inovasi Lestari AI lahir dari upaya para siswa melihat persoalan lingkungan melalui pendekatan teknologi.
Aplikasi tersebut mengusung konsep laboratorium ekologi cerdas. Para siswa memadukan kecerdasan buatan dengan kegiatan pembelajaran dan pengamatan lingkungan.
Konsep itu membuat teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu. Para siswa juga menggunakannya sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Deandra yang mewakili tim menjelaskan bahwa inovasi tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas.
“Bukan hanya menghasilkan sebuah produk inovasi, karya ini menunjukkan bagaimana kami dapat melihat persoalan lingkungan dari sudut pandang yang lebih kreatif dan solutif,” terangnya di Jembrana, Kamis (3/9/2026).
Menurut Deandra, pemanfaatan teknologi juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
“Teknologi tidak hanya dipandang sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” sambungnya.
Riset dan Presentasi Jadi Bagian dari Perjalanan
Perjalanan menuju IIIEX 2026 tidak berhenti pada pencarian ide. Kelima siswa harus mengembangkan gagasan tersebut menjadi sebuah inovasi yang dapat mereka presentasikan.
Mereka melakukan riset, menyusun konsep, mengembangkan karya, hingga memaparkannya di hadapan juri.
Proses tersebut sekaligus melatih sejumlah kemampuan penting. Para siswa belajar berpikir kritis, membagi tugas, memecahkan masalah, serta menyampaikan gagasan secara ilmiah.
Pengalaman mengikuti kompetisi juga mempertemukan mereka dengan berbagai inovasi dari peserta lain. Situasi tersebut memberi kesempatan bagi para siswa untuk melihat cara peserta lain mengembangkan ide dan menyajikan karya.
Gold Medal Buktikan Potensi Siswa Madrasah
Raihan Gold Medal pada bidang Environment menjadi pencapaian penting bagi MTsN 3 Jembrana.
Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa ruang belajar di madrasah juga dapat melahirkan gagasan inovatif. Para siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapat kesempatan mengembangkan solusi melalui riset dan teknologi.
Bagi MTsN 3 Jembrana, capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani mengeksplorasi bidang yang mereka minati.
Inovasi pun tidak harus selalu hadir dalam bentuk teknologi yang rumit. Ide yang berangkat dari persoalan sekitar dapat berkembang menjadi karya ketika siswa mendapat ruang untuk mencoba dan melakukan riset.
Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
Lestari AI membawa pesan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Pendekatan tersebut juga relevan dengan kebutuhan generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi digital. Siswa dapat menggunakan teknologi bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar dan mencari solusi atas persoalan di sekitarnya.
Deandra berharap prestasi di IIIEX 2026 menjadi awal bagi timnya untuk terus mengembangkan karya.
“Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan solusi bagi masa depan yang lebih lestari,” harapnya.
Capaian lima siswa MTsN 3 Jembrana di IIIEX 2026 akhirnya bukan sekadar soal medali. Perjalanan mereka menunjukkan bagaimana minat, riset, kolaborasi, dan pembinaan dapat mendorong siswa menghasilkan inovasi yang mengangkat isu lingkungan.

