EDUCARE.CO.ID – Persoalan limbah tekstil di Indonesia mendorong empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan inovasi fashion berkelanjutan. Mereka meluncurkan ReStitch, brand fashion sirkular yang mengubah limbah kain perca batik menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2021, limbah tekstil di Indonesia mencapai 2,3 juta ton per tahun. Namun, hanya sekitar 0,3 juta ton atau kurang dari 5 persen yang berhasil didaur ulang. Karena itu, tim ReStitch mencari cara baru agar limbah tekstil tidak berakhir sebagai sampah.
Berawal dari Riset Penjahit Lokal di Bantul
Tim ReStitch memulai pengembangan usaha melalui riset lapangan terhadap 15 penjahit lokal di wilayah Kasihan, Bantul. Hasil riset menunjukkan setiap penjahit menghasilkan sekitar 2–5 kilogram limbah kain perca setiap bulan.
Melihat potensi tersebut, mereka membangun kemitraan dengan penjahit rumahan untuk mengumpulkan bahan baku perca batik. Selanjutnya, bahan yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual diolah menjadi produk baru seperti tas handmade, gantungan kunci, tumbler holder, hingga paket DIY Kit.
Pendekatan ini tidak hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi penjahit lokal.
Empat Produk Unggulan ReStitch
ReStitch menghadirkan empat lini produk utama, yaitu:
- Tas Ready-Made
- Keychain Ready-Made
- ReStitch Signature Bundle
- DIY Keychain Kit
Melalui DIY Keychain Kit, konsumen dapat membuat aksesori sendiri di rumah tanpa harus memiliki kemampuan menjahit. Selain itu, setiap produk dilengkapi QR Code Story yang memungkinkan pembeli mengetahui asal-usul kain perca yang digunakan.
CEO ReStitch, Nuha Amaliya, menegaskan bahwa mereka ingin menghadirkan dampak yang lebih luas daripada sekadar produk fashion.
“Kami tidak ingin ReStitch hanya menjadi produk yang bagus di foto. Kami ingin setiap pembeli merasakan bahwa ada penjahit yang terbantu dan budaya batik yang terus hidup,” ujar Nuha Amaliya.
Workshop Kreatif untuk Sekolah dan Komunitas
Selain menjual produk, ReStitch mengembangkan program Sustainable Workshop, yaitu kelas kreatif berbasis Do-It-Yourself (DIY) untuk komunitas, sekolah, dan perusahaan.
Melalui program ini, peserta belajar memanfaatkan limbah tekstil sekaligus memahami konsep keberlanjutan dalam industri fashion. Dengan demikian, ReStitch tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan di masyarakat.
Raih Penghargaan dan Pendanaan Nasional
Meski baru diluncurkan pada 27 Juli 2026 di Yogyakarta, ReStitch sudah meraih sejumlah pencapaian. Brand ini memperoleh penghargaan Inovasi Mahasiswa Terbaik pada SIE EXPO 2026 yang diselenggarakan Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UMY pada 23–24 Juni 2026.
Selain itu, tim ReStitch juga lolos pendanaan resmi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Mereka turut melakukan riset pasar untuk melihat minat konsumen terhadap produk ramah lingkungan. Hasilnya, 84 persen responden bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan, sedangkan 76 persen responden tertarik membeli produk berbahan limbah tekstil.
Saat ini, harga produk ReStitch berkisar dari Rp18.000 untuk DIY Keychain Kit hingga Rp260.000 untuk Tas Ready-Made edisi totebag.
Dorong Fashion Sirkular dan Pelestarian Batik
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor tekstil dan produk tekstil menyumbang sekitar 6,5 persen terhadap PDB industri pengolahan pada 2025. Namun, peningkatan produksi tekstil juga meningkatkan volume limbah tekstil.
Karena itu, ReStitch hadir sebagai contoh penerapan fashion sirkular yang memadukan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penggunaan perca batik membantu mengurangi limbah sekaligus menjaga nilai budaya lokal tetap hidup.
Melalui kemitraan dengan penjahit lokal, ReStitch juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat. Inovasi ini menunjukkan bahwa gagasan mahasiswa dapat berkembang menjadi produk nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Penulis: Andini Namira Saskirana



