Rektor Universitas Udayana Dorong Kolaborasi untuk Atasi Krisis Lingkungan di Bali

EduNews

educare.co.id – Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D., turut menjadi narasumber dalam pertemuan koordinasi nasional antara Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Acara yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta ini bertujuan untuk merumuskan langkah strategis perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup di berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 41 rektor dari seluruh wilayah tanah air—mewakili regional Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan Jawa—hadir dalam forum tersebut. Pertemuan dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Fauzan.

Dalam forum tersebut, Prof. Ketut Sudarsana memaparkan kondisi lingkungan di Bali yang semakin mengkhawatirkan. Ia menyoroti beragam persoalan yang muncul akibat tekanan dari sektor pariwisata, urbanisasi, dan perubahan iklim.

Menurutnya, sejumlah dampak serius telah terjadi, seperti meningkatnya alih fungsi lahan menjadi pemukiman, penurunan muka air tanah, memburuknya kualitas udara, lonjakan volume sampah, pencemaran sungai, hingga penyusutan hutan mangrove. Situasi ini menuntut kerja sama multipihak yang lebih kuat dan berbasis riset.

“Perlu segera dilakukan penguatan kolaborasi pentahelix—antara pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media—dalam menyelesaikan masalah lingkungan yang berbasis riset dan data spasial,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Universitas Udayana siap menjadi lokomotif kolaborasi tersebut, sejalan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana yang menjadi dasar pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di Unud, khususnya dalam menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungannya.

Prof. Sudarsana juga menjelaskan bahwa Universitas Udayana memiliki sumber daya yang mumpuni dalam bidang lingkungan hidup. Kampus ini memiliki Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, S1 Teknik Lingkungan, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH), Living Laboratory, serta berbagai pusat studi lain yang relevan. Selain itu, banyak dosen Unud terlibat sebagai peneliti dan praktisi lingkungan, bahkan menjadi bagian dari kelompok ahli di pemerintah daerah dalam menangani isu-isu lingkungan di Bali.

Menanggapi peran kampus dalam isu lingkungan, Prof. Sudarsana menegaskan:

“Kegiatan dialog ini merupakan terobosan yang sangat penting untuk menguatkan peran kampus dalam mencari solusi terhadap masalah lingkungan melalui riset dan inovasi untuk mewujudkan kampus berdampak,” ujarnya dalam siaran tertulis Unud (30/7).

Sebagai bentuk konkret komitmen kerja sama, acara ini juga disertai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Universitas Udayana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *