Mahasiswa UPH Juara Student Camp BK2PTKI 2025 Lewat Program Inovatif dan Berdampak

EduNews

educare.co.id – Tiga mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil mencetak prestasi luar biasa dalam ajang Student Camp Badan Koordinasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BK2PTKI) 2025. Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Pedakbaru, Yogyakarta, ketiganya meraih posisi Juara 1, 2, dan 3 dengan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Kristen se-Indonesia untuk merancang aksi nyata di tengah masyarakat desa. Berbagai ide kreatif muncul dari kegiatan ini—tak sekadar inovatif, tetapi juga aplikatif dan memberi dampak jangka panjang.

Juara 1: Pemberdayaan Digital untuk Perempuan Desa

Amellia, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional angkatan 2022, keluar sebagai Juara 1 dengan program bertajuk “Pelatihan Pemasaran Digital yang Berkelanjutan kepada Komunitas Wanita Terampil dan Hebat (WANTRABAT)”. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas ibu-ibu desa dalam memasarkan produk lokal secara digital dan berkelanjutan.

Program yang dirancang Amellia berangkat dari hasil observasi langsung, yang menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada produksi, melainkan pada sisi pemasaran. Pelatihan meliputi branding, pengemasan, storytelling produk, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan platform daring. Tim pemasaran berbasis ibu-ibu muda juga dibentuk sebagai upaya keberlanjutan.

“Keberhasilan ini bukan hanya soal lomba, tapi tentang ide yang bisa benar-benar berdampak. Kami ingin ibu-ibu desa punya akses dan suara yang setara di era ekonomi digital. Menurut kami, pemberdayaan perempuan—terutama di wilayah pedesaan—harus dimulai dari pemberian ruang dan kesempatan yang setara,” ujar Amellia, dalam siaran tertulis UPH (30/7).

Juara 2: Membangun Kampung UMKM Kuliner

Peringkat kedua diraih oleh Ruvellino Pascuines Issack Mangindaan dari Program Studi Manajemen angkatan 2023, dengan program pemberdayaan UMKM ibu-ibu PKK melalui pengolahan produk berbasis lele, komoditas unggulan desa. Program ini terbagi dalam tiga fase utama: persiapan, pemberdayaan, dan perayaan.

Forum Desa dibentuk sebagai ruang partisipatif untuk memetakan potensi desa, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pelatihan legalisasi produk, pengemasan, promosi digital, dan pengembangan produk seperti Lele Finger, Abon Lele Pedak Baru, dan Peyek Duri Lele. Inisiatif ini diakhiri dengan peluncuran Pedak Baru Fest sebagai ajang promosi UMKM lokal.

“Kami ingin desa ini punya identitas kuat sebagai Kampung UMKM Kuliner. Produk lokalnya bukan hanya dijual, tapi punya cerita dan kebanggaan. Kami menciptakan ekosistem pemberdayaan berkelanjutan, dengan ibu-ibu PKK sebagai aktor utama—karena perubahan terbaik datang dari mereka yang paling memahami kebutuhan desa,” jelas Ruvellino.

Juara 3: Desa Wisata Tanggap Bencana

Mengusung konsep “Desa KATANA (Kawasan Wisata Tanggap Bencana)”, Ary Pranata Brahmana dari UPH Kampus Medan (angkatan 2023) meraih Juara 3 dengan pendekatan lintas sektor yang mengintegrasikan aspek lingkungan, kesehatan, dan ekonomi berbasis wisata lokal.

Bersama tim, Ary merespons tiga tantangan utama: banjir, stunting, dan akses air bersih. Solusinya meliputi pemasangan penyaring sampah di sungai, pembangunan sistem penyaringan air sederhana, serta edukasi PHBS dan penyuluhan stunting bekerja sama dengan puskesmas setempat.

Ekonomi desa turut didorong melalui pengembangan konsep ekowisata seperti Green Fishing dan Café Gantung. Semua kegiatan dikemas dalam rangkaian “7 Hari Aksi” yang mencakup bersih-bersih sungai, pembuatan eco-enzim, hingga peluncuran wisata komunitas.

“Wisata bukan sekadar promosi, tapi soal kesiapan masyarakat dan lingkungan. Kalau desanya sehat dan aman, baru daya tariknya jadi kuat,” terang Ary.

Kolaborasi Mahasiswa, Kontribusi Nyata untuk Bangsa

Keberhasilan Amellia, Ruvellino, dan Ary bukan hanya menunjukkan potensi intelektual, tapi juga cerminan semangat pengabdian. Kolaborasi lintas kampus UPH dari Lippo Village hingga Medan ini menegaskan semangat ONE UPH, di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang bersatu untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Lewat aksi yang kontekstual dan berdampak, ketiganya menunjukkan bahwa mahasiswa bukan sekadar pelaku akademik, tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu menjembatani ilmu, empati, dan tindakan nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *