Rektor UNDIP Moderatori Forum “Senayan Peduli Jateng”, Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah

EduNews

educare.co.id, Semarang – Forum “Senayan Peduli Jateng” resmi digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah. Forum perdana ini mempertemukan 77 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah dalam rangka memperkuat sinergi antara legislatif pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah demi mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bertindak sebagai moderator dalam forum tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam membangun masa depan Jawa Tengah yang lebih baik.

“Forum ini merupakan inisiatif luar biasa yang menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dan kerja bersama lintas kelembagaan untuk membangun Jawa Tengah yang lebih baik,” ujar Prof. Suharnomo.

Forum ini diposisikan bukan hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai langkah awal pembentukan mekanisme komunikasi formal antara legislator pusat dan eksekutif daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk memastikan keberlanjutan pembangunan pasca-2025.

Ia mengangkat filosofi ngopeni lan ngelakoni—merawat dan menjalankan—sebagai semangat utama dalam proses pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

Akademisi sebagai Penghubung Strategis

Sebagai moderator, Prof. Suharnomo memainkan peran penting dengan memantik diskusi, memberikan konteks akademik, serta mendorong terciptanya komitmen bersama di antara para anggota legislatif. Ia juga menyoroti kesinambungan inisiatif kolaboratif seperti Forum Berlian bersama pimpinan parpol dan DPRD Jateng, serta pertemuan dengan 44 pimpinan perguruan tinggi yang telah menghasilkan 30 program kerja sama untuk periode 2025–2029.

“Momentum seperti ini penting untuk menyambung ekosistem kolaborasi. Ketika akademisi, legislatif, dan eksekutif bisa duduk bersama, maka arah kebijakan menjadi lebih solid dan berbasis pada kepentingan publik. Kalau kita memiliki visi bersama, maka setiap langkah akan bermakna. UNDIP sangat mendukung spirit ini. Kami percaya, ketika Jawa Tengah maju, maka kampus-kampus di dalamnya juga akan berkembang dan berkontribusi lebih luas,” ujar Prof. Suharnomo.

Melalui forum ini, para legislator diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, saran, serta komitmen dalam mendukung program-program prioritas daerah. Forum ini diharapkan menghasilkan tindak lanjut nyata yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat untuk Jawa Tengah

Keterlibatan Universitas Diponegoro dalam forum strategis ini mencerminkan peran aktif lembaga pendidikan tinggi dalam pembangunan daerah. Dengan mengusung semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”, kampus ini terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra pemerintah dan masyarakat.

Salah satu bentuk kontribusi nyata UNDIP adalah program penyediaan unit desalinasi air laut di Rusunawa Slamaran, Kota Pekalongan, yang telah diresmikan pada 25 Maret 2025. Program ini bertujuan menyediakan akses air bersih bagi masyarakat pesisir yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. Unit tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 6.000 liter per hari dan ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan air 250 kepala keluarga.

Teknologi desalinasi ini merupakan inovasi dari Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik UNDIP. Teknologi yang sama juga telah diterapkan di wilayah pesisir Jepara, khususnya di sekitar kampus UNDIP Jepara, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara. Diresmikan pada 14 Mei 2024, instalasi ini mampu memproduksi hingga 200.000 liter air bersih per hari yang didistribusikan secara gratis kepada masyarakat.

Dengan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang terus digalakkan, UNDIP menunjukkan peran nyatanya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *