educare.co.id, Jayapura – Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali menggelar program Student Preneur (SUPER) Bootcamp 2025 yang kini memasuki batch keempat. Dengan mengangkat tema “Ecologipreneurship: Menumbuhkan Bisnis Berkelanjutan Mahasiswa Berbasis Pangan Lokal dan Kerajinan Lokal Papua,” program ini mendorong lahirnya wirausaha muda yang peduli terhadap keberlanjutan dan kearifan lokal.
Sebanyak 50 tim mahasiswa terpilih sebagai Champion Teams setelah melalui proses seleksi proposal yang ketat. Para peserta kemudian mengikuti sesi coaching dan mentoring kewirausahaan selama dua hari, Rabu dan Kamis (9–10 April 2025), di Ballroom Grand Abe Hotel, Jayapura.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya, seperti Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Anthonius M. Ayorbaba, Sekretaris Unit Pengelola Usaha (UPU) Uncen Yohanes Cores Seralurin, dan pelaku usaha lokal dari Waibu Agro Edu Tourism, Becky V. Yom.
Turut hadir dalam acara ini Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, Daniel A. Dawan, tim SUPER Uncen, dosen pendamping, serta para mahasiswa peserta bootcamp.
Acara dibuka oleh Sekretaris UPU Uncen, Yohanes Cores Seralurin, yang juga memberikan materi pembuka terkait peta jalan (road map) dukungan UPU dalam pemberdayaan mahasiswa wirausaha. Ia menegaskan komitmen Uncen untuk menyediakan fasilitas pendampingan dan pengembangan usaha bagi mahasiswa.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki akses ke sumber daya dan bimbingan yang diperlukan untuk sukses dalam dunia wirausaha,” ujarnya dalam siaran tertulin uncen (14/4).
Kepala Kanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M. Ayorbaba, mengisi sesi tentang pentingnya legalitas dalam membangun usaha mahasiswa. Ia menjelaskan aspek hukum seperti pengurusan badan usaha dan perlindungan merek dagang.
“Mengurus legalitas usaha adalah langkah awal yang krusial untuk melindungi hasil karya dan mendorong kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan,” tegasnya.
Menariknya, sesi ini turut menghadirkan kolaborasi inspiratif antara Anthonius Ayorbaba dengan rapper asal Papua, Epo D’Fenomeno (Onesias Chelvox Urbinas). Dalam orasinya, Epo mendorong mahasiswa Papua untuk berani bermimpi besar dan melawan stigma.
“Kita anak Papua jangan terlena dengan stigma bahwa Papua ini tanah kaya, apakah manusianya juga sudah kaya? Tentunya belum. Saya dulu memulai karier musik saya dari mimpi sederhana, dan sekarang saya bisa berdiri di sini. Kalian juga bisa meraih impian kalian dalam berbisnis. Jangan pernah takut bermimpi besar dan berani untuk mewujudkannya,” kata Epo memotivasi mahasiswa.
Sementara itu, Becky V. Yom dari Waibu Agro Edu Tourism berbagi kisah sukses dan praktik baik tentang inovasi hijau dalam usaha berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan potensi alam dan budaya Papua dengan cara yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Becky.
Melalui tema ecologipreneurship, SUPER Bootcamp 2025 diharapkan mampu melahirkan pengusaha muda yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga peduli pada lingkungan dan pemberdayaan potensi lokal. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Cenderawasih dalam membangun ekonomi Papua melalui wirausaha mahasiswa yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.



