Ratusan Karya Guru Vokasi Dipamerkan, Kemendikdasmen Dorong Kreativitas dan Inovasi Seni

Must read

EDUCARE.CO.ID – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta memamerkan ratusan karya hasil pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Seni dan Budaya, Senin (27/7/2026). Pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus bukti bahwa peningkatan kompetensi guru dapat memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.

Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen Nomor 638/sipers/A6/VII/2026, kegiatan tersebut menghadirkan karya guru vokasi dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menampilkan hasil pelatihan, pameran juga menjadi tempat berbagi praktik baik dan pengalaman pembelajaran antarguru.

Guru Perlu Adaptif dan Tetap Menjaga Orisinalitas

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi penyelenggaraan Gelar Karya tersebut. Menurutnya, pelatihan guru vokasi penting untuk menjaga relevansi kompetensi guru dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

“Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama,” ujar Fajar.

Fajar menegaskan bahwa guru vokasi perlu terus belajar dan beradaptasi. Namun, guru tetap harus menjaga identitas budaya dan keaslian karya peserta didik.

Lukisan Guru Bali Padukan Budaya dan Teknologi

Semangat tersebut tampak pada karya I Kadek Agus Satya Dwi Putra, guru seni lukis SMKN 1 Sukawati, Bali. Ia menghadirkan lukisan yang terinspirasi konsep Pembelajaran Mendalam.

Sosok anak dalam lukisan melambangkan peserta didik yang terus belajar untuk meraih cita-cita. Sementara itu, perpaduan kain tenun dan laptop menggambarkan pentingnya menjaga budaya lokal sambil memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya,” kata Kadek.

Ia berharap pengalaman selama pelatihan dan magang dapat menginspirasi siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.

Guru Keramik Belajar Teknik Glasir dari Industri

Sementara itu, Hari Sonata, guru SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan dan magang industri. Ia mendalami teknik glasir sebagai tahap akhir pembuatan keramik.

Hari mempelajari cara meramu formula glasir yang nantinya akan diterapkan bersama peserta didik di sekolah.

“Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa, sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik,” ujarnya.

Menurut Hari, pengalaman langsung di industri membuat pembelajaran di sekolah menjadi lebih dekat dengan praktik kerja nyata.

Siswa Semakin Termotivasi Berkarya

Dampak pelatihan guru juga dirasakan peserta didik. Zizta Putra Akbar Wijaya, siswa kelas XII SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, menampilkan karya keramik dalam pameran tersebut. Ia mengaku semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya.

“Pesan saya untuk teman-teman, terus semangat dan nikmati jurusan yang telah dipilih. Kalau terus belajar dan berlatih, kemampuan kita pasti akan berkembang,” ungkap Zizta.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru dapat menumbuhkan semangat belajar dan kreativitas siswa.

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya

Melalui program Upskilling dan Reskilling, Kemendikdasmen terus mendorong guru vokasi untuk belajar dan berinovasi. Pemerintah ingin menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri.

Kemendikdasmen berharap guru dapat mengubah hasil pelatihan menjadi pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. Selain itu, pemerintah ingin memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing.

Dengan semakin banyak guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran, pendidikan vokasi seni dan budaya diharapkan mampu melahirkan lulusan yang terampil, kreatif, dan tetap berakar pada budaya Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img