EDUCARE.CO.ID – Buah kawista selama ini lebih dikenal lewat olahan tradisional seperti sirup, dodol, dan selai. Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melihat potensi lain dari buah khas Rembang tersebut.
Mereka mengembangkan kawista menjadi CRAVISTA, inovasi camilan berbentuk crackers yang memadukan buah kawista (Limonia acidissima) dengan tepung mocaf (Modified Cassava Flour).
Inovasi pangan lokal tersebut membawa tim mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS meraih Silver Medal dalam Nusantara Creative Competition (NCC) 4.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tim CRAVISTA terdiri atas Fika Rahma sebagai ketua serta Naufal Maulana dan Nayla Nur Wafika sebagai anggota.
Kompetisi tersebut berlangsung di Bali pada 19 September 2026 dengan mengangkat tema “Strategi dan Inovasi Generasi Muda dalam Mendorong Kemajuan Indonesia di Berbagai Sektor.”
Kawista Rembang Diolah Jadi Camilan Modern

Tim CRAVISTA mengangkat potensi buah kawista karena pemanfaatannya sebagai pangan modern masih terbatas.
Selama ini, masyarakat lebih mengenal kawista melalui produk olahan tradisional. Kondisi tersebut mendorong tim untuk mencari bentuk pengolahan lain yang lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.
Fika menjelaskan bahwa tim ingin meningkatkan nilai tambah kawista melalui inovasi produk pangan.
“Selama ini, pemanfaatan kawista lebih dikenal dalam berbagai olahan tradisional seperti sirup, dodol dan selai, sehingga tim melihat adanya peluang untuk meningkatkan nilai tambahnya melalui inovasi produk yang lebih praktis dan menarik bagi masyarakat,” jelas Fika, Jumat (25/9/2026).
Melalui CRAVISTA, tim menjadikan kawista sebagai bahan utama dalam produk crackers. Mereka menggunakan tepung mocaf sebagai salah satu bahan dasar.
Perpaduan tersebut menghasilkan camilan dengan karakter rasa khas kawista. Pada saat yang sama, produk ini membawa identitas pangan lokal Rembang ke dalam bentuk yang lebih modern.
Tiga Mahasiswa Kembangkan CRAVISTA Bersama
Proses pengembangan CRAVISTA melibatkan seluruh anggota tim. Mereka membagi tugas untuk mempersiapkan produk sekaligus materi kompetisi.
Tim mengerjakan pengembangan ide dan produk, menyusun materi presentasi, serta menyiapkan aspek visual dan grafis.
Pembagian peran tersebut membantu tim memperkuat konsep CRAVISTA. Mereka juga dapat menyampaikan gagasan produk secara lebih terstruktur di hadapan juri.
Fika mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa inovasi yang dibawa tidak hanya memiliki konsep produk yang jelas, tetapi juga dapat dikomunikasikan dengan baik dalam kompetisi,” kata Fika.
Lewati Berbagai Tahap Sebelum Tampil di NCC 4
Tim CRAVISTA menjalani sejumlah tahapan sebelum mengikuti kompetisi.
Mereka mengembangkan formulasi produk, menyiapkan kemasan, membangun identitas produk, menyusun materi presentasi, hingga mempersiapkan penyampaian inovasi di hadapan dewan juri.
Tim menjalankan proses tersebut secara bertahap sampai CRAVISTA siap mengikuti Nusantara Creative Competition 4 di Bali.
Kerja tersebut kemudian membuahkan hasil. Tim CRAVISTA meraih Silver Medal dalam NCC 4 pada 19 September 2026.
Bagi Fika dan rekan-rekannya, capaian tersebut menjadi apresiasi terhadap inovasi yang mereka kembangkan. Pengalaman mengikuti kompetisi juga memberi kesempatan bagi tim untuk mengasah kreativitas dan kemampuan berkolaborasi.
Dorong Pangan Lokal Rembang Punya Nilai Tambah
Tim CRAVISTA berharap inovasi tersebut dapat memperluas pemanfaatan buah kawista sebagai pangan lokal khas Rembang.
Mereka melihat masih banyak peluang untuk mengembangkan kawista menjadi berbagai produk pangan baru. Dengan pendekatan tersebut, pangan lokal tidak hanya mempertahankan identitas daerah, tetapi juga dapat mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.
Fika menilai CRAVISTA membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan produk camilan.
“CRAVISTA bukan sekadar cemilan, tetapi merupakan inovasi pangan lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah buah kawista sebagai produk diversifikasi pangan nasional, serta mampu mempertahankan identitas Kabupaten Rembang melalui produk modern yang sehat dan mampu berdaya saing,” pungkas Fika.
Melalui CRAVISTA, mahasiswa UMS menunjukkan bahwa potensi pangan lokal dapat menjadi sumber ide untuk menghasilkan produk inovatif. Buah kawista yang selama ini identik dengan olahan tradisional kini hadir dalam bentuk crackers dengan konsep yang lebih modern.

