Dua Tim Mahasiswa Teknologi Game PENS Borong Penghargaan di COMPFEST 18

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dua tim mahasiswa Program Studi Teknologi Game Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mencatat prestasi di COMPFEST 18, kompetisi teknologi informasi yang digelar Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI).

Kedua tim tersebut berhasil membawa pulang penghargaan dari kategori Indie Game Ignite (IGI). Tim Input Your Team Here meraih Indie Game of The Year, sedangkan Tim Arafuru Compy memenangkan penghargaan Best Game Design IGI.

Berdasarkan sumber laman resmi PENS, kedua tim melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum masuk sebagai finalis. Mereka kemudian memamerkan karya masing-masing dalam rangkaian final COMPFEST 18 di Gedung Fasilkom UI, Depok, Jawa Barat, pada 26–27 September 2026.

Dua Game Jadi Andalan Mahasiswa PENS

COMPFEST memasuki penyelenggaraan ke-18 pada 2026. Kompetisi tahunan tersebut mengajak mahasiswa mengembangkan berbagai inovasi di bidang teknologi informasi.

Tahun ini, panitia membuka enam kategori kompetisi. Kategori tersebut terdiri atas AI Innovation Challenge (AIC), Business-IT Case Competition (BizzIT), Capture the Flag (CTF), Competitive Programming Contest (CPC), Indie Game Ignite (IGI), dan Data Analytics Dash (DAD).

Dua tim dari Program Studi Teknologi Game PENS mengikuti kategori IGI. Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi pengembang game untuk menunjukkan karya sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.

Tim Input Your Team Here menghadirkan Bloom & Place, game 2D bergenre cozy puzzle yang mengangkat tema perawatan tanaman.

Dalam permainan tersebut, pemain harus menempatkan tanaman ke dalam sebuah ruangan. Setiap tanaman memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Pemain kemudian harus mengamati kondisi tanaman dan memberikan perlakuan yang sesuai.

Ketua Tim Input Your Team Here, Yaser, menjelaskan konsep tersebut mendorong pemain memahami kebutuhan setiap tanaman melalui interaksi sederhana.

“Game ini, kita menaruh tanaman ke dalam sebuah ruangan. Tetapi, setiap tanaman memiliki personality dan keinginannya masing-masing. Dengan begitu, Bloom & Place mengajarkan kita tentang pemahaman akan kebutuhan setiap tanaman serta peduli melalui interaksi yang simpel,” jelas Yaser.

Yaser mengembangkan game tersebut bersama M. Hikmal Muzaffir dan Galang Alif Wicaksono. Dosen pembimbing Fony Revindasari, S.Pd., M.Kom., turut mendampingi proses pengembangan game.

Mix Math Gabungkan Puzzle dan Matematika

Sementara itu, Tim Arafuru Compy membawa game berjudul Mix Math ke kompetisi IGI.

Game tersebut mengusung konsep puzzle dengan mekanik merge antarkarakter. Tim mengambil inspirasi mekanik permainan dari game Mingle, lalu menggabungkannya dengan unsur matematika.

Pemain harus menggabungkan karakter angka hingga mencapai target tertentu pada setiap level. Konsep tersebut membuat pemain perlu menyusun strategi sekaligus menggunakan kemampuan berhitung untuk menyelesaikan tantangan.

Ketua Tim Arafuru Compy, Syahrandy, menjelaskan bahwa tim menempatkan matematika sebagai bagian utama dari tema permainan.

“Kami menambahkan matematika sebagai konten dan tema utama dari puzzle tersebut. Tujuan utama dari game ini adalah melakukan merge dengan karakter angka lain sampai target yang sudah ditentukan di setiap levelnya,” ujar Syahrandy.

Syahrandy mengembangkan Mix Math bersama Rengga Danar Abdillah dan Satya Bagus Kenantaka.

Lewati Seleksi hingga Showcase

Kedua tim PENS tidak langsung tampil pada tahap final. Mereka harus mengikuti beberapa tahap seleksi sebelum mendapatkan kesempatan memamerkan karya di COMPFEST 18.

Pada tahap awal, peserta mengirimkan game beserta ringkasan eksekutif. Dewan juri kemudian menilai karya yang masuk dan menentukan tim yang berhak melaju sebagai finalis.

Finalis kemudian mengikuti showcase. Tahap ini menjadi salah satu bagian penting COMPFEST karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memamerkan hasil inovasi mereka kepada publik.

Panitia kemudian memilih 12 finalis untuk mengikuti indie camp. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pelatihan dan mentoring yang berkaitan dengan pengembangan game.

Program tersebut membantu peserta mengevaluasi sekaligus mengembangkan game yang mereka bawa ke kompetisi.

Setelah seluruh rangkaian selesai, panitia menggelar awarding sebagai penutup kompetisi.

Hasilnya, Tim Input Your Team Here meraih Indie Game of The Year, sementara Tim Arafuru Compy mendapatkan Best Game Design IGI.

Bawa Pulang Pengalaman dan Jejaring Baru

Bagi kedua tim PENS, penghargaan tersebut tidak menjadi satu-satunya hasil yang mereka dapatkan dari COMPFEST 18.

Peserta juga memperoleh hadiah uang serta kesempatan membangun jejaring dengan sesama pengembang game. Mereka juga mendapatkan masukan yang dapat membantu pengembangan karya selanjutnya.

Yaser mengatakan pengalaman selama kompetisi membuka kesempatan bagi timnya untuk bertemu dengan lebih banyak orang yang memiliki ketertarikan pada pengembangan game.

“Selain exposure dan hadiah uang, kami bisa mendapat jejaring pertemanan yang suka game development dan feedback untuk game yang telah kami buat,” tutup Yaser.

Prestasi dua tim mahasiswa PENS di COMPFEST 18 menunjukkan karya game mahasiswa tidak hanya berkembang sebagai proyek pembelajaran. Melalui kompetisi, mereka juga mendapat ruang untuk menguji ide, menerima masukan, membangun jejaring, dan memperkenalkan karya kepada publik.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article