Prestasi Gemilang! Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Medali Perak Nasional Essay Competition 2026

EduNews EduSchool

EDUCARE.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan di tingkat nasional. Tim riset madrasah ini berhasil meraih Medali Perak bidang lingkungan dalam ajang National Essay Competition 2 2026, sebuah kompetisi bergengsi yang mempertemukan ratusan peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Capaian ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan tampil unggul dalam dunia riset ilmiah nasional.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang bersama Pusat Riset Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi tersebut berlangsung ketat. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, hanya 20 tim terbaik yang berhasil melaju ke babak presentasi final di Malang Creative Center. Di tengah persaingan sengit itulah, tim dari MAN IC Tapsel sukses menarik perhatian dewan juri lewat gagasan inovatif mereka di bidang ketahanan lingkungan.

Tim riset ini dipimpin oleh Aqila Pratama Hasibuan bersama rekannya Sahira Latifa, dengan bimbingan guru pembina Mis Ariska Ainun Jamila Rambe. Mereka mengangkat karya berjudul “Inovasi SEMORA: Model Reforestasi Presisi Cerdas sebagai Solusi Krisis Ketahanan Lingkungan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.” Ide tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, sekaligus menawarkan solusi ilmiah yang dinilai relevan dengan kondisi lingkungan saat ini.

Kepala madrasah, Abdul Hakim Siregar, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswanya yang kembali mengharumkan nama sekolah dan daerah. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga cerminan dari komitmen guru dan semangat belajar siswa dalam membangun budaya riset di lingkungan madrasah. Prestasi ini menegaskan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan karakter, tetapi juga mampu melahirkan generasi inovatif yang peduli terhadap masa depan lingkungan Indonesia.

BACA JUGA:  Buka ICON UCE, Dirjen Pendis: Pengajaran dan Riset PTKI Harus Berbasis Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *