Peserta Didik SMA Tarakanita Magelang: Menghidupi Compassion, Celebration, dan Community dalam Keberagaman

EduJurnal EduNews

Dalam semangat menghidupi nilai berbelarasa yang menjadi ciri khas pendidikan di SMA Tarakanita, serta sebagai wujud syukur atas karunia Tuhan dan upaya membangun persaudaraan yang inklusif, peserta didik kelas XI SMA Tarakanita Magelang melaksanakan kunjungan ke Kelenteng Sam Poo Kong dan Pagoda Avalokitesvara dalam rangkaian kegiatan study tour di Semarang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi edukatif, tetapi juga bagian dari pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Peserta didik diajak tidak hanya melihat keindahan arsitektur khas dari bangunan ibadah yang ada, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, khususnya ajaran cinta kasih yang melintasi batas budaya dan keyakinan. Dalam pendampingan guru SMA Tarakanita, siswa diarahkan untuk merefleksikan pengalaman ini sebagai bagian dari proses pembentukan karakter yang utuh—tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara sosial dan spiritual.

Klenteng Sam Poo Kong adalah situs bersejarah tertua di Semarang, bangunan ini merupakan lambang penghormatan terhadap Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim Tiongkok yang singgah sekitar tahun 1406. Akulturasi budaya Tionghoa-Jawa terlihat dari bangunan utama yang mengadopsi gaya kelenteng Tiongkok dengan warna emas dan merah yang melambangkan keberuntungan, dipadukan indah dengan atap yang menganut struktur rumah Jawa. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan budaya dapat berpadu dalam harmoni.

Peserta berfoto di depan Pagoda Avalokitesvara. (Foto : Istimewa)

Sementara itu, Pagoda Avalokitesvara adalah simbol keagungan Dewi Welas Asih dan harmoni, serta dikenal sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda ini mencerminkan nilai toleransi dan akulturasi budaya yang kuat dengan memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk hadir, belajar, dan mengalami nilai-nilai kebaikan bersama.

BACA JUGA:  Apresiasi Kemendikdasmen, Kadisdik Aceh: Pendidikan Paling Cepat Kemajuannya Pascabencana

Melalui kegiatan ini, SMA Tarakanita menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang terbuka, penuh empati, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Peserta didik diajak memahami bahwa kebaikan dapat ditemukan dalam berbagai ajaran dan tradisi. Harapan besar dari kegiatan ini adalah tumbuhnya generasi muda Indonesia yang bersyukur atas warna-warni kehidupan bangsa, serta mampu menjaga harmoni tanpa membangun sekat pemisah antar kelompok. Damailah negeriku, dalam keberagaman yang indah.

​Salam Tarakanita! Satu Hati, Satu Semangat, Tarakanita Yes!

Penulis : Philippus Aditya Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *