EDUCARE.CO.ID – Panggung olahraga bukan hanya milik atlet tanpa disabilitas. Tasya, atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, membuktikan hal tersebut lewat penampilannya dalam festival olahraga disabilitas di Jakarta.
Tasya tampil bersama tim sports dance SOIna Jakarta dalam rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC).
Bagi Tasya, penampilan tersebut menjadi pengalaman baru. Ia mengaku tampil lebih percaya diri setelah mendapat dukungan dari pelatih selama proses latihan.
“Ini baru pertama kalinya aku ikut kegiatan ini, bisa se-pede ini,” ujar Tasya seusai tampil.
Dukungan Pelatih Bikin Tasya Makin Percaya Diri
Penampilan Tasya tidak lepas dari peran Coach Eva yang mendampinginya. Sang pelatih terus memberikan semangat kepada Tasya selama latihan hingga tampil di hadapan penonton.
“Disemangatin terus sama Coach Eva,” kata Tasya.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Tasya sebagai atlet. Kepercayaan diri yang ia tunjukkan di atas panggung juga memperlihatkan bahwa kesempatan tampil dapat membuka ruang bagi atlet disabilitas untuk berkembang.
Selain itu, pengalaman di panggung ISS 2026 menambah perjalanan Tasya dalam dunia olahraga yang sudah membawanya hingga ke tingkat internasional.
Pernah Bawa Pulang Medali dari Italia
Tasya bukan atlet yang baru mengenal panggung kompetisi. Ia sebelumnya tampil dalam Special Olympics World Winter Games 2025 di Italia.
Pada ajang tersebut, Tasya meraih medali perunggu melalui cabang Dance Sport kategori solo-traditional dance.
Ia membawakan tarian Ondel-Ondel dalam penampilannya. Tarian tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia yang ia bawa ke arena kompetisi internasional.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa atlet disabilitas Indonesia mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi olahraga internasional.
Festival Olahraga Disabilitas Jadi Ruang Inklusif
Coach Eva menilai festival olahraga disabilitas dalam ISS 2026 memiliki peran penting. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memperkenalkan olahraga disabilitas kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia melihat masih banyak orang yang belum memahami kebutuhan anak-anak disabilitas terhadap aktivitas fisik dan olahraga.
“Ini ajang kita untuk bisa memberikan informasi kalau sebenarnya anak disabilitas itu amat sangat butuh untuk olahraga,” ujar Coach Eva.
Karena itu, kehadiran festival tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan olahraga. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat kemampuan dan potensi atlet disabilitas secara langsung.
Atlet Disabilitas Punya Ajang Kompetisi Dunia
Menurut Eva, atlet disabilitas juga memiliki berbagai kompetisi olahraga di tingkat internasional.
Salah satunya adalah Special Olympics World Winter Games dan World Summer Games. Kompetisi tersebut berlangsung setiap dua tahun dan memiliki semangat penyelenggaraan yang menyerupai olimpiade.
Ajang tersebut memberi kesempatan bagi atlet disabilitas untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berkompetisi di tingkat dunia.
Kehadiran kompetisi dan festival olahraga juga membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap atlet disabilitas.
Mereka tidak hanya membutuhkan dukungan. Mereka juga membutuhkan kesempatan untuk berlatih, bertanding, tampil, dan menunjukkan kemampuan.
Tasya dan Sports Dance Bawa Pesan Inklusivitas
Penampilan Tasya bersama tim sports dance SOIna Jakarta menjadi salah satu momen dalam ISS 2026 yang memperkuat pesan inklusivitas olahraga.
Tasya menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengembangkan potensi.
Pengalamannya di ISS 2026 juga melengkapi perjalanan yang sebelumnya membawanya meraih medali di kompetisi internasional.
Pada akhirnya, kehadiran atlet seperti Tasya memperlihatkan bahwa disabilitas tidak menghapus kesempatan seseorang untuk berkontribusi melalui olahraga.
Dengan ruang yang inklusif, dukungan pelatih, serta kesempatan berkompetisi, atlet disabilitas dapat terus berkembang dan membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih luas.


