EDUCARE.CO.ID – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mendorong perguruan tinggi untuk bergerak lebih jauh. Kampus kini perlu menghubungkan teknologi dengan kebutuhan industri dan persoalan masyarakat.
Langkah itu dilakukan Universitas Bunda Mulia (UBM) melalui The UBM Research Center for Data Science & AI di Kampus Serpong.
Pusat riset ini mengembangkan bidang Data Science dan Artificial Intelligence melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. UBM menghubungkan mahasiswa dan akademisi dengan perusahaan, lembaga riset, serta perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Berdasarkan sumber UBM, pusat riset tersebut hadir untuk menjembatani pengembangan teknologi dengan kebutuhan nyata. Selain memperkuat jaringan dalam negeri, UBM juga menempatkan kerja sama internasional sebagai bagian penting dalam pengembangan riset AI dan Data Science.
UBM Gandeng Kampus China dan Taiwan
Untuk memperkuat pengajaran dan penelitian AI, kampus tersebut memperluas kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan di luar negeri.
Salah satu mitranya ialah Tsinghua Shenzhen International Graduate School (SIGS), Tiongkok). UBM bersama SIGS mengembangkan pengajaran AI dan Data Science dengan perspektif global.
UBM juga bekerja sama dengan National Chung Cheng University (CCU), Taiwan. Kedua institusi membangun Joint AI Research Center yang fokus pada Smart City dan Sustainable AI.
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengembangkan teknologi yang lebih relevan. Riset tidak hanya mengejar kemampuan teknis, tetapi juga mencari solusi untuk kebutuhan kota dan lingkungan.
Google dan Alfamart Masuk Ekosistem Riset
UBM juga memperluas kolaborasi dengan perusahaan teknologi dan industri.
Bersama Google for Education, UBM mengembangkan AI Lab serta ekosistem pembelajaran dan penelitian berbasis teknologi.
Di sektor ritel, UBM menggandeng Alfamart. Kolaborasi ini membuka ruang untuk penelitian Data Science dan AI yang berkaitan dengan kebutuhan industri ritel.
UBM juga bekerja sama dengan Digital Place Vision Pte. Ltd., Singapura. Kemitraan tersebut mendukung pengembangan inovasi berbasis AI, termasuk UBM AI Tutor.
Berbagai kerja sama itu mempertemukan kampus dengan kebutuhan dunia industri. Mahasiswa pun memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami penerapan AI dalam situasi nyata.
Perkuat Jaringan Riset di Indonesia
UBM tidak hanya mencari mitra dari luar negeri. Kampus ini juga membangun jaringan riset bersama sejumlah institusi nasional.
UBM bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Indonesia (UI) dalam penelitian serta pengajaran AI dan Data Science.
Selain itu, UBM menjalin kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Jaringan tersebut memperluas ruang pertukaran pengetahuan. Akademisi dan mahasiswa dapat bertemu dengan lebih banyak peneliti serta mengembangkan penelitian secara kolaboratif.
Tiga Pilar Pusat Riset AI UBM
Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UBM, Adhiguna Mahendra, menilai perkembangan AI harus berjalan bersama kemampuan menerjemahkan teknologi menjadi solusi.
Karena itu, The UBM Research Center for Data Science & AI memiliki tiga pilar utama, yakni Creating Value, Delivering Impact, dan Reshaping the Future.
Pilar Creating Value mendorong UBM menghasilkan inovasi yang meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Pilar ini juga menargetkan peningkatan nilai ekonomi dari pemanfaatan teknologi.
Selanjutnya, Delivering Impact mengarahkan penelitian pada persoalan nyata di masyarakat dan industri. Peneliti perlu melihat kebutuhan pengguna sebelum mengembangkan solusi.
Sementara itu, Reshaping the Future menunjukkan komitmen UBM untuk mengembangkan teknologi yang mendukung masa depan cerdas dan berkelanjutan.
“The UBM Research Center for Data Science & AI dibangun berdasarkan tiga pilar utama, yaitu Creating Value, Delivering Impact, dan Reshaping the Future,” ujar Adhiguna.
Ketiga pilar tersebut menjadi arah bagi UBM dalam mengembangkan riset AI yang memiliki nilai dan manfaat.
Mahasiswa Tak Hanya Belajar AI di Kelas
Kehadiran pusat riset memberi mahasiswa ruang untuk belajar melalui pengalaman langsung.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari AI dan Data Science dalam perkuliahan. Mereka juga dapat ikut dalam penelitian, mengolah kasus dari industri, dan mengembangkan prototipe.
Selain itu, mahasiswa dapat bekerja bersama akademisi serta mitra nasional dan internasional.
Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami proses pengembangan teknologi. Mereka belajar mengenali masalah, mencari pendekatan, menguji ide, dan melihat peluang penerapan AI.
Dengan cara ini, pembelajaran AI tidak berhenti pada teori. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
AI UBM Dekatkan Kampus dengan Dunia Industri
The UBM Research Center for Data Science & AI membawa pendekatan yang lebih luas dalam pengembangan teknologi di perguruan tinggi.
UBM tetap mendorong mahasiswa menguasai kemampuan teknis. Namun, kampus juga mengajak mereka memahami kebutuhan pengguna dan persoalan yang muncul di lapangan.
Kolaborasi dengan kampus China, Taiwan, Singapura, perusahaan teknologi, industri ritel, perguruan tinggi nasional, dan lembaga riset memperkuat ekosistem tersebut.
Setiap mitra membawa kebutuhan dan perspektif yang berbeda. Kondisi itu membuka peluang bagi mahasiswa untuk melihat AI dari berbagai sudut.
Bagi industri, kerja sama dengan kampus dapat membuka ruang untuk mengembangkan solusi berbasis riset. Bagi mahasiswa, kolaborasi memberi pengalaman untuk memahami persoalan profesional sejak masa kuliah.
Riset AI Tak Berhenti pada Teknologi
UBM mengarahkan pusat riset ini agar AI tidak hanya menjadi bidang teknologi yang menarik untuk dipelajari.
Kampus ingin mendorong penelitian yang menghasilkan solusi. Pada saat yang sama, UBM juga ingin memastikan inovasi memiliki manfaat bagi industri dan masyarakat.
Pendekatan tersebut membuat proses pendidikan, penelitian, dan penerapan teknologi saling terhubung.
Mahasiswa dapat belajar dari persoalan nyata. Peneliti dapat mengembangkan solusi bersama mitra. Industri pun dapat menemukan peluang inovasi melalui kolaborasi dengan kampus.
Pada akhirnya, The UBM Research Center for Data Science & AI menjadi ruang yang mempertemukan pendidikan, penelitian, industri, dan inovasi.
UBM tidak hanya menyiapkan mahasiswa agar memahami AI. Kampus juga mendorong mereka untuk menggunakan teknologi secara tepat, menghasilkan solusi, dan menciptakan dampak bagi masa depan.


