Pendidikan Vokasi Masuk Babak Baru, Guru SMK Dilatih Hadapi Dunia Kerja Masa Depan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Pemerintah kembali memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru SMK agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 698/sipers/A6/VIII/2026, pembukaan program berlangsung di SMK Negeri 1 Tasikmalaya, Jawa Barat, dan diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV-BMTI).

Wamen Atip: Guru Vokasi Wajib Terus Meningkatkan Keahlian

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan bahwa peningkatan keahlian (upskilling) guru vokasi kini menjadi kebutuhan mendesak.

“Jika guru SMK tidak merespons perkembangan teknologi secara cepat, lulusan kita akan tertinggal dari kebutuhan dunia kerja,” ujar Atip saat membuka program, Senin (10/8/2026).

Ia menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi baru yang muncul dalam waktu sangat singkat. Karena itu, guru perlu terus memperbarui kompetensi agar pembelajaran di SMK tetap relevan dengan industri.

“Ke depan, perubahan teknologi mungkin tidak lagi terjadi dalam hitungan tahun, tetapi dalam hitungan bulan. Guru harus siap menghadapi perubahan itu,” katanya.

Pelatihan Tidak Hanya Soal Kejuruan

Kepala BBPPMPV-BMTI Baharudin menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memperkuat kompetensi teknis sesuai bidang keahlian masing-masing guru.

Pelatihan juga mencakup:

  • penguatan pedagogi,
  • perubahan pola pikir (mindset),
  • kepemimpinan,
  • kewirausahaan,
  • pemahaman budaya kerja industri.

Menurut Baharudin, peserta diharapkan mampu menerapkan hasil pelatihan di sekolah dan menularkan pengetahuan tersebut kepada guru lain maupun siswa.

“Kami berharap peserta memahami materi pelatihan, mengimplementasikannya di sekolah, dan menyebarkan manfaatnya kepada guru dan murid,” ujarnya.

Selain di Tasikmalaya, program yang sama juga berlangsung serentak di beberapa pusat belajar lain seperti SMK Negeri 2 Yogyakarta, SMK Negeri 5 Surakarta, SMK Negeri 1 Karawang, dan SMK Lelea.

DPR Dorong Inovasi Rekayasa Teknologi di SMK

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengapresiasi program peningkatan kompetensi tersebut sekaligus mendorong SMK mengembangkan inovasi berbasis rekayasa teknologi.

Ia mencontohkan pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan baku furnitur sekolah sebagai bentuk penerapan konsep 3R (reduce, reuse, recycle).

“SMK bisa mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi balok bahan bangku sekolah atau furnitur lainnya. Inovasi seperti ini akan memperkuat peran SMK di masyarakat,” kata Ferdiansyah.

Komisi X Siap Dukung Penguatan Pendidikan Vokasi

Ferdiansyah menegaskan bahwa Komisi X DPR RI siap mendukung program pendidikan vokasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan persoalan nasional seperti sampah.

“Kami ingin melihat terobosan yang benar-benar berdampak. Program vokasi yang mampu menjawab masalah nasional akan kami dukung dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.

Fokus pada SDM Vokasi yang Adaptif

Melalui program ini, pemerintah menargetkan lahirnya guru vokasi yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri. Penguatan kompetensi guru diharapkan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, kesiapan kerja lulusan SMK, serta daya saing sumber daya manusia Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img