Pemerintah dan FEB UI Sinergi Dorong Mahasiswa “Cakap PBK” Demi Indonesia Emas 2045

EduJurnal EduNews

EDUCARE.CO.ID, Depok — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) untuk meningkatkan literasi mahasiswa mengenai Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Kolaborasi ini bertujuan mencetak generasi muda yang memahami secara mendalam baik risiko maupun peluang dalam industri tersebut.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bappebti dan UI dalam acara pembukaan Bulan Literasi PBK 2025 di Universitas Indonesia pada Kamis (18/9). MoU ditandatangani oleh Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, Direktur Pengembangan Kerja Sama, Komersialisasi Aset, dan Kawasan Terpadu UI Winny Hanifiati Warouw, serta Dekan FEB UI Yulianti Abbas. Rektor UI, Heri Hermansyah, menyambut baik inisiatif ini, mengingat peran strategis UI dalam mendidik generasi bangsa.

Pentingnya Literasi PBK untuk Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, yang bergabung secara daring, menekankan pentingnya peningkatan literasi PBK. Ia menilai instrumen PBK sangat krusial untuk lindung nilai (hedging), pembentukan harga (price discovery), dan diversifikasi investasi. Pemahaman yang optimal diyakini dapat mempercepat pertumbuhan perdagangan dan ekonomi digital Indonesia.

“Sinergi antara Pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi sangat penting untuk mencetak generasi emas yang cakap PBK melalui penguatan literasi. Generasi cakap PBK yaitu generasi yang mampu memahami risiko, memanfaatkan peluang, serta optimistis mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Budi.

Saat ini, komoditas unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO), olein, kakao, kopi, dan emas digital aktif diperdagangkan di PBK. Budi juga menyoroti potensi besar komoditas strategis lain seperti karet, nikel, dan batu bara untuk optimalisasi kontrak multilateral PBK.

BACA JUGA:  Tim Robotika UI Raih Tiga Penghargaan Internasional di FIRA Robosport 2025

Kampus Sebagai Pusat Edukasi

Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menjelaskan bahwa Bulan Literasi PBK diadakan untuk memperkuat perlindungan masyarakat melalui edukasi yang efektif dan komprehensif. Ia melihat kampus sebagai tempat strategis untuk memulai penanaman literasi perdagangan.

“Kali ini kami (menyelenggarakan Bulan Literasi PBK) di kampus karena kami yakin edukasi ini dimulai dari kampus. Jadi, kami yakin di sini dengan bekerja sama dengan para mahasiswa untuk terus mengedukasi dan memberikan literasi,” jelas Tirta.

Bulan Literasi PBK 2025 menargetkan sebanyak 1,5 juta peserta melalui berbagai kegiatan seperti seminar, , , dan edukasi kampus di 11 kota besar di Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “Generasi Emas Cakap PBK: Pahami Risiko dan Peluang”.

Transaksi PBK Terus Meningkat

Upaya literasi ini didukung data pertumbuhan PBK yang positif. Bappebti mencatat, volume transaksi PBK periode Januari-Juli 2025 mencapai 8,18 juta lot, naik 5,4% dari periode yang sama tahun 2024. Jumlah nasabah aktif juga melonjak 13,3% pada Juli 2025 menjadi 125 ribu nasabah.

Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo), Zulfan Syaiful Bahri, berharap Bulan Literasi PBK dapat meningkatkan pemahaman masyarakat secara menyeluruh, sehingga transaksi dapat berjalan aman dan nyaman, serta mengurangi potensi aduan. Melalui kegiatan ini, Bappebti optimis nilai transaksi PBK 2025 dapat melampaui realisasi sepanjang 2024 senilai Rp33.214,89 triliun. (DSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *