Mahasiswi Itera Lakukan Riset Internasional tentang Nanopartikel Nikel di Malaysia
educare.co.id, Lampung – Vina Alfionita, mahasiswi Program Studi Fisika Institut Teknologi Sumatera (Itera), mendapat kesempatan berharga untuk menjalani riset internasional di bidang fisika material, dengan fokus pada sintesis nanopartikel nikel. Penelitian ini dilakukan selama program magang riset di Centre for Research in Advanced Fluid and Processes (Fluid Centre), Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Malaysia, pada Oktober hingga Desember 2024.
Dalam risetnya, Vina mengeksplorasi potensi penggunaan nanopartikel nikel sebagai bahan penyusun katoda baterai lithium-ion. Ia juga meneliti pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) yang selama ini belum optimal dimanfaatkan, termasuk unsur nikel, sebagai bagian dari pengembangan material fungsional untuk teknologi energi masa depan.
“Kegiatan utama saya selama magang meliputi diskusi harian bersama pembimbing, kajian literatur, dan pelatihan penggunaan berbagai alat karakterisasi material seperti XRD, SEM, dan FTIR,” ujar Vina dalam siaran tertulis Itera (18/4).
Vina menyampaikan bahwa motivasinya mengikuti program magang internasional ini didasari keinginan untuk memperdalam keahlian riset, khususnya dalam bidang fisika material. “Program magang ini menjadi peluang emas bagi saya untuk belajar dengan peneliti-peneliti profesional terkait fisika material dan fluida, didukung dengan fasilitas laboratorium bertaraf internasional, serta menambah relasi akademik hingga lintas negara,” ungkapnya.
Ia juga merasakan suasana kolaboratif yang kuat selama riset berlangsung, di bawah bimbingan langsung para peneliti di Fluid Centre UMPSA, yang semakin membuka wawasannya sebagai calon ilmuwan.
Lolos Seleksi Ketat
Sebelum diterima di program magang internasional tersebut, Vina terlebih dahulu mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Balai Penelitian Teknologi Mineral, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lampung Selatan. Di sana, ia mendalami karakteristik dan pengembangan material logam, yang kemudian memperkuat ketertarikannya pada riset nikel.
Ia kemudian mengikuti proses seleksi untuk bisa magang di UMPSA. “Bisa lolos program ini tidaklah mudah, perlu banyak persiapan seperti memahami keilmuan bidang fisika material, kemampuan menulis proposal dan riset ilmiah, mengasah kemampuan analisis dan berpikir kritis, hingga terampil berkomunikasi dalam bahasa Inggris,” jelas Vina.
Selama masa riset, Vina berkesempatan menggunakan berbagai perangkat laboratorium berstandar internasional. Diantaranya X-ray Diffraction (XRD) untuk analisis struktur kristal, Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk pencitraan beresolusi tinggi, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk analisis spektrum inframerah material. Ia juga mengakses alat seperti X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS), Thermal Gravimetric Analysis (TGA), Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan GC-Thermal Conductivity Detector (GC-TCD) untuk mendalami komposisi kimia serta senyawa organik.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Vina dalam menghasilkan riset yang berkualitas. Ia kini tengah menantikan proses publikasi artikel ilmiah internasional yang merupakan hasil dari penelitiannya mengenai nanopartikel nikel.
“Kesempatan ini bukan sekadar pengalaman riset, tetapi juga membentuk saya sebagai calon ilmuwan yang siap bersaing di ranah global,” pungkas Vina.
