FPK UNAIR Gandeng Mahasiswa Internasional Tanam Mangrove di Surabaya

Must read

EDUCARE.CO.IDFakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir melalui aksi penanaman mangrove di kawasan Mangrove Gunung Anyar, Rabu (7/5/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut melibatkan 30 mahasiswa asing dari Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta puluhan civitas akademika FPK UNAIR.

Turut hadir dalam kegiatan itu Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Endang Dewi Masithah bersama jajaran fakultas.

Tanam 100 Bibit Mangrove

Peserta menanam sebanyak 100 bibit mangrove di kawasan pesisir yang sebelumnya mengalami alih fungsi menjadi tambak.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir dan penguatan konservasi lingkungan berkelanjutan.

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain melindungi wilayah pantai dari abrasi dan intrusi air laut, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut.

Berdasarkan sumber rilis resmi Universitas Airlangga, kegiatan ini menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat dan internasionalisasi pendidikan.

Perkuat Kolaborasi Global

Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi global berbasis isu lingkungan dan keberlanjutan.

Peserta mendapatkan edukasi langsung mengenai fungsi ekosistem mangrove serta teknik penanaman yang tepat sebelum turun ke lapangan.

Mereka kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan penanaman di area rehabilitasi.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat terlibat langsung dalam proses konservasi pesisir.

Bangun Kesadaran Lingkungan Mahasiswa

Wakil Dekan III Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Annur Ahadi Abdillah mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa internasional juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan praktik konservasi lingkungan Indonesia di tingkat global.

“Kegiatan ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif mahasiswa tentang pentingnya keberlanjutan ekosistem pesisir,” ujarnya.

Dukung Target SDGs

Kegiatan penanaman mangrove ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program tersebut selaras dengan SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui rehabilitasi kawasan pesisir sebagai penyerap karbon alami.

Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem laut dan SDG 17 tentang penguatan kemitraan global.

FPK UNAIR berharap kegiatan serupa mampu menumbuhkan semangat konservasi lingkungan sekaligus memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem pesisir di masa depan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article