Mahasiswa UNY Ciptakan Inovasi Alat Keselamatan Tambang Berbasis IoT dan AI

EduNews EduSchool

educare.co.id, Yogyakarta – Keselamatan kerja di sektor pertambangan bawah tanah menjadi perhatian utama dalam industri ini. Menanggapi tantangan tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengembangkan inovasi alat pelindung diri yang mampu mendeteksi gas berbahaya di lingkungan tambang.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), tim dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika angkatan 2021 merancang alat bernama HELPER (Helm dan Rompi Proyek Cerdas Detektor Gas Berbahaya Pertambangan Bawah Tanah Berbasis Internet of Things dan Artificial Intelligence). Tim ini diketuai oleh Muhammad Syarif Al Luthfi dengan anggota Nurul Rafita, Muhammad Rizki Fadillah, dan Ardelia Amanda Putri, serta dibimbing oleh Dr. Ir. Fatchul Arifin, M.T.

Gagasan pengembangan HELPER semakin diperkuat setelah terjadinya insiden ledakan gas di tambang bawah tanah PT Nusa Alam Lestari pada 2022 lalu. Peristiwa tersebut menjadi pemicu penting bagi tim PKM UNY untuk menghadirkan solusi nyata dalam peningkatan keselamatan kerja.

“HELPER hadir sebagai solusi yang tidak hanya meningkatkan keselamatan pekerja tambang, melainkan juga efisiensi kerja di sektor pertambangan,” ungkap ketua tim Muhammad Syarif dalam siaran tertulis UNY (18/4).

Ia menjelaskan bahwa HELPER merupakan perangkat ergonomis berupa helm dan rompi yang dilengkapi sensor untuk mendeteksi gas berbahaya seperti metana, karbon monoksida, dan hidrogen sulfida. Teknologi ini memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), serta dilengkapi sistem peringatan dini berbasis indikator visual dan dashboard pemantauan berbasis web untuk respon cepat.

Dibandingkan alat sejenis, HELPER memiliki keunggulan pada tingkat akurasi yang tinggi dan desain portabel, sehingga cocok digunakan di area tambang yang memiliki kondisi sulit tanpa perlu perangkat berat yang tertanam di lokasi.

Muhammad Syarif menyatakan harapannya agar inovasi ini mampu menetapkan standar baru dalam perlindungan diri di pertambangan bawah tanah. Ia juga berharap HELPER dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan keselamatan para pekerja tambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *