EDUCARE.CO.ID – Lima mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan teknologi pemanggang otomatis untuk membantu pengrajin meningkatkan produksi kemplang tunu, kuliner tradisional khas Sumatera. Inovasi bernama Inovasi Termal Adaptif Nusantara (INTAN) tersebut mengantarkan tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Unpad melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026.
Tim INTAN dijadwalkan mempresentasikan karyanya pada PIMNAS 39 yang berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.
Melalui karya berjudul “Transformasi Produksi Kemplang Tunu melalui Smart Rotary Roaster Berbasis Mikrokontroler: Solusi Peningkatan Kapasitas dan Standarisasi Mutu Produk Lokal Sumatera”, tim menawarkan solusi teknologi untuk menjawab tantangan dalam proses produksi makanan tradisional.
Inovasi ini berfokus pada penggunaan sistem pemanggang berputar otomatis yang membantu mengendalikan suhu dan pemerataan panas. Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi kerja pengrajin sekaligus menjaga konsistensi mutu produk.
INTAN, Inovasi Pemanggang Otomatis untuk Kemplang Tunu

Kemplang tunu merupakan kuliner khas Sumatera yang mengandalkan proses pemanggangan dalam pengolahannya. Pada metode produksi tradisional, pengrajin perlu mengatur panas dan memastikan setiap bagian produk memperoleh pemanasan yang memadai.
Pengaturan tersebut berpengaruh terhadap hasil akhir pemanggangan. Perbedaan suhu dan distribusi panas dapat memengaruhi konsistensi produk, terutama ketika pengrajin harus memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
Tim PKM-KI Unpad mengembangkan INTAN untuk menjawab tantangan tersebut. Teknologi ini mengandalkan Smart Rotary Roaster, yakni sistem pemanggang berputar otomatis yang bekerja menggunakan mikrokontroler.
Melalui mekanisme tersebut, perangkat dirancang untuk mengatur suhu secara lebih terukur dan membantu mendistribusikan panas secara merata. Otomatisasi juga berpotensi mengurangi kebutuhan pengaturan manual selama proses pemanggangan.
Tim berharap INTAN dapat membantu pengrajin meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengabaikan konsistensi mutu kemplang tunu. Namun, tingkat peningkatan kapasitas dan kualitas produk tetap perlu mengacu pada hasil pengujian perangkat.
Pengembangan INTAN juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat menghubungkan teknologi dengan kebutuhan usaha kuliner tradisional. Alih-alih sekadar mengembangkan perangkat baru, tim berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan proses produksi di lapangan.
Lima Mahasiswa Unpad Berkolaborasi Lintas Disiplin

Pengembangan INTAN melibatkan mahasiswa dari sejumlah bidang keilmuan. Kolaborasi ini mempertemukan pengetahuan tentang teknologi informasi, informatika, fisika, dan teknologi pangan dalam satu proyek inovasi.
Berikut anggota tim PKM-KI Unpad yang mengembangkan INTAN:
- Irfan Fransiso – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad.
- Iwan Ridwan Ramdani – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fikom Unpad.
- Ahmad Faruq – Program Studi Teknik Informatika.
- Daryl Yudhopatria – Program Studi Fisika.
- Rafi Aulia Amrullah – Program Studi Teknologi Pangan.
Keterlibatan mahasiswa dari latar belakang berbeda membuka ruang untuk menggabungkan beragam perspektif selama proses pengembangan produk. Bidang informatika dan fisika dapat mendukung aspek teknis perangkat, sedangkan teknologi pangan berkaitan dengan karakteristik bahan serta proses pengolahan produk.
Sementara itu, latar belakang Perpustakaan dan Sains Informasi menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat tumbuh melalui kolaborasi lintas bidang, bukan hanya dari program studi yang secara langsung berkaitan dengan rekayasa perangkat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan gagasan yang tidak berhenti pada konsep, tetapi juga memiliki tujuan pemanfaatan bagi masyarakat.
Dosen Fikom Unpad Dampingi Pengembangan INTAN
Dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad, Andri Yanto, S.Sos., M.I.Kom., mendampingi tim selama proses riset dan pengembangan inovasi.
Pendampingan dosen berperan dalam membantu mahasiswa menyusun gagasan, mengembangkan karya, serta mempersiapkan hasilnya untuk mengikuti kompetisi ilmiah. Proses tersebut juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset, pemecahan masalah, dan kerja sama tim.
Dalam pengembangan inovasi seperti INTAN, mahasiswa perlu menghubungkan kebutuhan pengguna dengan rancangan teknologi yang sesuai. Mereka juga perlu mempertimbangkan fungsi perangkat, kemudahan penggunaan, serta potensi penerapannya dalam kegiatan produksi.
Keberhasilan tim melaju ke PIMNAS 39 menjadi tahap penting dalam perjalanan pengembangan INTAN. Ajang tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil karya sekaligus memperkenalkan gagasan mereka kepada komunitas akademik di tingkat nasional.
Siap Presentasikan Inovasi di PIMNAS 39
PIMNAS menjadi kesempatan bagi tim INTAN untuk memperkenalkan inovasi pemanggang otomatis yang berangkat dari kebutuhan pengrajin makanan tradisional.
Melalui sistem Smart Rotary Roaster berbasis mikrokontroler, tim berupaya membantu proses pemanggangan kemplang tunu berjalan lebih terukur. Jika pengembangan dan pengujiannya memenuhi kebutuhan pengguna, teknologi tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mendukung efisiensi produksi pangan lokal.
Berdasarkan sumber laman resmi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, INTAN merupakan karya tim PKM-KI yang menggabungkan teknologi pemanggang otomatis dengan upaya peningkatan kapasitas dan standardisasi mutu kemplang tunu. Tim yang terdiri atas lima mahasiswa lintas disiplin ini dijadwalkan mempresentasikan inovasinya pada PIMNAS ke-39 di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2–7 November 2026.
Kiprah tim INTAN menunjukkan bahwa riset dan kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menjawab persoalan produksi yang dihadapi pelaku usaha lokal. Kolaborasi lintas disiplin juga membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

