EDUCARE.CO.ID – Dua mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan inovasi untuk menjawab persoalan gizi dan ekonomi masyarakat. Mereka menghadirkan ArNutriSea, gagasan diversifikasi pangan laut, serta ArDiginova, platform digital untuk mendampingi UMKM.
Kedua gagasan tersebut mengantarkan Hasan Asari dan Nafira Zahra Aulia Azizah Ramadhani meraih Bronze Medal dalam kompetisi NEIRA 3. Ajang ide bisnis dan esai tingkat nasional ini berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Babak final kompetisi berlangsung pada Agustus 2026.
Hasan menempuh Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNEJ. Sementara itu, Nafira berasal dari Program Studi Akuntansi di fakultas yang sama.
Melalui dua inovasi ini, mereka mengangkat potensi pangan laut dan teknologi digital. Keduanya juga ingin mendorong pemberdayaan masyarakat serta pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
ArNutriSea Kembangkan Olahan Ikan untuk Mendukung Gizi Anak
ArNutriSea berangkat dari potensi hasil laut di pesisir Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kawasan ini memiliki hasil tangkapan nelayan yang melimpah. Namun, tim melihat peluang untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein bagi anak-anak.
Hasan dan tim kemudian merancang berbagai produk olahan ikan. Pilihannya meliputi nugget sayur ikan, bakso ikan, brownies ikan, dan abon ikan.
Mereka ingin menghadirkan pilihan pangan yang praktis dan menarik. Dengan variasi tersebut, tim berharap anak-anak dan keluarga lebih mudah menikmati olahan ikan.
“Untuk dapat mencerdaskan anak-anak bangsa, kita harus memulainya dari penyediaan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Melalui ArNutriSea, kami memadukan aspek nutrisi dengan model pemberdayaan masyarakat pesisir,” ujar Hasan Asari.
ArNutriSea juga mengusung model bisnis yang melibatkan masyarakat setempat. Tim merancang kemitraan dengan nelayan lokal untuk memasok bahan baku dengan harga yang adil.
Selain itu, ibu rumah tangga di sekitar pesisir dapat terlibat dalam proses pengolahan. Kegiatan ini membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.
Tim juga menggagas program edukasi “Fish to Smart”. Program ini menghadirkan panduan literasi gizi interaktif bagi keluarga. Melalui panduan tersebut, masyarakat dapat mempelajari pentingnya nutrisi seimbang dan protein laut.
ArNutriSea pun menghubungkan tiga aspek utama: potensi perikanan, edukasi gizi, dan pemberdayaan ekonomi. Tim berharap pendekatan ini dapat membuka peluang usaha sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
ArDiginova Hadirkan AI dan Blockchain untuk UMKM

ArDiginova menyasar tantangan yang dihadapi UMKM dan startup lokal. Gagasan ini berfokus pada transparansi akses modal serta peningkatan literasi keuangan dan digital.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, tim mengintegrasikan teknologi blockchain. Teknologi ini membantu mencatat transaksi secara transparan dan akuntabel. Catatan yang tersimpan juga sulit diubah tanpa meninggalkan jejak.
Sistem tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha membangun kepercayaan investor. Informasi transaksi yang lebih tertata juga dapat mendukung pengelolaan bisnis.
ArDiginova turut menghadirkan konsep AI Assistant interaktif. Fitur ini berperan sebagai mentor virtual bagi pelaku UMKM.
Melalui asisten tersebut, pengguna dapat mempelajari pembukuan keuangan dan analisis pasar. Mereka juga dapat memperoleh panduan pengembangan bisnis sesuai tahap pertumbuhan usahanya.
Kombinasi AI dan blockchain diharapkan membantu pelaku usaha mengelola informasi secara lebih terstruktur. Meski demikian, penerapannya tetap membutuhkan data berkualitas dan sistem yang andal. Pengguna juga perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut.
Hasan menilai pengusaha muda perlu memikirkan keberlanjutan bisnis sejak awal. Menurutnya, keuntungan jangka pendek bukan satu-satunya tujuan usaha.
“Untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, pengusaha muda dan pelaku UMKM harus memahami manajemen keuangan yang sehat serta responsif memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi dan kualitas produk,” tambahnya.
Kolaborasi Jadi Langkah Menuju Hilirisasi Inovasi
Hasan dan Nafira ingin membawa ArNutriSea dan ArDiginova melampaui tahap gagasan. Mereka berharap kedua inovasi tersebut dapat berkembang menjadi solusi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Untuk mewujudkannya, tim membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan dunia industri. Mereka juga berharap mendapat dukungan dari lembaga inkubasi bisnis.
Kolaborasi dapat membantu ArNutriSea mengembangkan produk olahan ikan. Langkah ini juga berpotensi memperluas keterlibatan nelayan dan ibu rumah tangga dalam kegiatan ekonomi pesisir.
Di sisi lain, ArDiginova dapat mendukung peningkatan kapasitas UMKM. Platform ini menawarkan pendekatan digital untuk membantu pelaku usaha memahami keuangan dan mengembangkan bisnis.
Tim masih perlu menguji kelayakan kedua gagasan tersebut. Pengujian dapat membantu mereka menilai kebutuhan pengguna, menyempurnakan konsep, dan menyusun strategi penerapan.
“Sebagai mahasiswa, kita harus mencoba peluang sekecil apa pun untuk menciptakan perubahan dan memberi dampak nyata. Kami berharap gagasan ini mendapatkan dukungan komprehensif agar dapat dihilirisasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat pesisir serta pelaku UMKM,” pungkas Hasan.
Raihan Bronze Medal di NEIRA 3 menandai pencapaian Hasan dan Nafira dalam mengembangkan gagasan inovatif. ArNutriSea mengangkat potensi pangan laut, sedangkan ArDiginova menawarkan pendekatan digital bagi UMKM.
Keduanya berharap dapat mengembangkan inovasi tersebut melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan langkah itu, gagasan mereka berpeluang menjangkau masyarakat pesisir dan pelaku usaha secara lebih luas.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Jember, Hasan Asari dan Nafira Zahra Aulia Azizah Ramadhani mengusung dua gagasan dengan fokus berbeda. ArNutriSea menghubungkan diversifikasi pangan laut dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. Sementara itu, ArDiginova memanfaatkan AI dan blockchain untuk mendukung pengembangan UMKM.

