Mahasiswa FISIP UNAIR Dorong Belajar dan Komitmen Diri Hadapi AI
educare.co.id, Surabaya – Bertepatan dengan peringatan World Youth Skills Day (WYSD) 2025 pada 15 Juli, mahasiswa FISIP UNAIR menyoroti pentingnya adaptasi terhadap revolusi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang masif. Menurut mahasiswa Administrasi Publik (AP), Adistyaisah Maura Filza Handoko dan Dwi Rika Puspita Sari, AI dan revolusi digital diibaratkan sebagai dua sisi mata pisau.
Keduanya menjelaskan bahwa AI bisa menjadi peluang jika digunakan sebagai asisten pribadi yang dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam mengerjakan tugas. Namun, AI juga bisa menjadi ancaman jika disalahgunakan dengan mengambil hasilnya secara mentah. Adis mengungkapkan bahwa kemudahan yang ditawarkan AI kadang membuat mahasiswa malas berpikir dan terlena.
Rika menambahkan bahwa cara terbaik untuk beradaptasi dan menjaga produktivitas adalah dengan terus belajar. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus berevolusi seiring dengan perkembangan AI yang terus meningkat. Selain itu, Adis juga menekankan pentingnya komitmen dan tujuan motivasi sebagai hal fundamental untuk menjaga produktivitas dalam kondisi apa pun.
Mahasiswa FISIP UNAIR menyimpulkan bahwa AI dan revolusi digital adalah hal yang tidak bisa ditolak, sehingga generasi muda harus berdamai dan beradaptasi dengan perubahan. Adaptasi menjadi kunci untuk mengkolaborasikan ancaman dan peluang dari AI agar produktivitas tetap terjaga di tengah lingkungan yang dinamis. (DSM)
