EDUCARE.CO.ID – Lima pelajar tingkat SLTA di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, meraih penghargaan dalam Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA Tempel 2026. Panitia menyerahkan penghargaan tersebut di Lapangan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, pada Senin (17/8/2026).
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan jurnalistik sekaligus mengenali potensi yang ada di lingkungan sekitar. Selain itu, lomba mendorong siswa menghasilkan karya yang mengangkat cerita positif dari daerahnya.
Vini Wijaya Raih Juara Pertama
Siswa MAN 5 Sleman, Vini Wijaya, berhasil meraih Juara I. Ia mengangkat karya berjudul “Tak Ada Rotan, Akar Bambu Pun Jadi. Karya Seni Artistik ala Pak Setyo Nugroho”.
Karya tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pelajar dapat menggali cerita dari potensi lokal. Melalui pendekatan jurnalistik, siswa dapat mengangkat sosok, karya, maupun budaya yang berkembang di lingkungan mereka.
Sementara itu, posisi berikutnya diraih oleh empat pelajar dari sejumlah sekolah di Tempel dan Sleman.
Intan Rahma Raisafira dari SMA Ma’arif 1 Sleman menempati posisi kedua. Selanjutnya, Angelica Alifya Putri dari SMKN 1 Tempel berada di posisi ketiga.
Peringkat berikutnya diraih Risty Isyara Nurindah dari MAN 5 Sleman dan Verra Sagita Ningrum dari SMAN 1 Tempel.
KIM Senyum Tempel Serahkan Penghargaan
Prosesi penyerahan piala melibatkan jajaran pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel.
Panewu Tempel Rasyid Ratnadi Sosiawan turut menyaksikan langsung prosesi tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada peserta maupun pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba.
“Apresiasi kami berikan kepada seluruh peserta dan penyelenggara. Kegiatan seperti ini penting untuk mengembangkan kreativitas pelajar sekaligus mengenalkan potensi lokal yang ada di lingkungannya,” ujar Rasyid.
Menurut Rasyid, kegiatan jurnalistik dapat memberi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan menyampaikan informasi. Pada saat yang sama, siswa juga dapat belajar melihat berbagai potensi di daerahnya dari sudut pandang yang lebih kritis.
Pelajar Diajak Angkat Potensi Lokal
Lomba jurnalistik tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan menulis. Kompetisi ini juga mengajak pelajar mencari cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Potensi tersebut dapat berupa sejarah, tradisi, pertanian, seni, maupun isu lingkungan. Dengan menggali berbagai tema tersebut, pelajar memiliki kesempatan untuk mengenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, kemampuan riset menjadi bagian penting dalam proses pembuatan karya jurnalistik. Siswa perlu mengamati lingkungan, mengumpulkan informasi, kemudian mengolahnya menjadi tulisan yang menarik dan informatif.
Jurnalistik Jadi Ruang Kreativitas Pelajar
Kompetisi jurnalistik tingkat SLTA di Tempel menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat berkembang melalui isu-isu yang dekat dengan kehidupan siswa.
Pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka juga dapat berperan sebagai penghasil informasi melalui karya jurnalistik yang mengangkat cerita positif dari lingkungannya.
Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, serta kepedulian terhadap potensi daerah.
Dengan kemampuan tersebut, pelajar Tempel dapat ikut memperkenalkan sejarah, budaya, ekonomi lokal, dan lingkungan daerah melalui karya yang mereka hasilkan.


