EDUCARE.CO.ID – Perguruan tinggi ikut mengambil peran dalam mendorong penggunaan energi bersih di Indonesia. Salah satunya Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang mengembangkan kendaraan listrik melalui Fakultas Teknologi Industri (FTI).
Tim dosen dan mahasiswa FTI Unissula menciptakan MOLISA (Mobil Listrik Karya Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung). Prototipe ini memadukan tenaga baterai dengan panel surya sebagai sumber energi tambahan.
Pengembangan MOLISA berlangsung selama sekitar satu tahun. Tim memulai prosesnya pada awal 2025 dan menjalankan sejumlah tahapan, mulai dari perancangan, rekayasa, manufaktur, hingga pengujian.
Berdasarkan sumber Unissula, pengembangan MOLISA juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam riset otomotif dan teknologi energi alternatif.
Ketua tim FTI Unissula, Sukarno Budi Utomo, mengatakan proyek tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses pengembangan teknologi.
“Kolaborasi ini menghasilkan prototipe sekaligus menjadi ajang belajar langsung bagi mahasiswa, di mana mereka mendapat pengalaman langsung dalam riset teknologi otomotif dan energi alternatif sebagai bekal karier di industri,” kata Sukarno.
MOLISA Gunakan Panel Surya di Atap
MOLISA memiliki desain bergaya buggy atau golf car dengan kapasitas hingga enam penumpang. Kendaraan ini mengusung konsep ringkas untuk kebutuhan mobilitas jarak dekat.
Tim FTI Unissula memasang panel surya pada bagian atap kendaraan. Panel tersebut memiliki daya sekitar 100–200 Wp dan berfungsi sebagai sumber energi tambahan.
Panel surya membantu mengisi baterai kendaraan berkapasitas 48 volt dengan kapasitas 4,8 kWh. Teknologi tersebut membuat MOLISA tidak sepenuhnya bergantung pada sumber listrik dari charger.
Sukarno menjelaskan, pemanfaatan energi matahari menjadi salah satu bagian penting dalam konsep kendaraan tersebut.
“Panel ini berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang membantu mengisi daya baterai 48 volt berkapasitas 4,8 kWh. Dengan begitu, MOLISA tidak sepenuhnya bergantung pada listrik dari charger, tetapi juga memanfaatkan sinar matahari yang melimpah di Tanah Air,” tuturnya.
Uji Coba MOLISA Capai Kecepatan 20 Km/Jam
Tim FTI Unissula telah melakukan uji coba terhadap prototipe MOLISA. Pengujian perdana berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, di lingkungan kampus Unissula.
Hasil pengujian menunjukkan kendaraan mampu mencapai kecepatan sekitar 20 kilometer per jam. MOLISA juga dapat beroperasi hingga lima jam dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 80–100 kilometer.
Sementara itu, proses pengisian baterai membutuhkan waktu sekitar 4–6 jam. Panel surya tetap membantu mempertahankan ketersediaan daya ketika kendaraan beroperasi.
Capaian tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melanjutkan pengembangan prototipe. Tim masih perlu memperkuat sejumlah aspek sebelum kendaraan siap digunakan secara lebih luas.
Unissula Siapkan MOLISA untuk Kendaraan Operasional
Unissula menargetkan MOLISA tidak berhenti sebagai prototipe penelitian. Kampus berencana mengembangkan kendaraan tersebut sebagai kendaraan operasional di lingkungan kampus.
Tim juga akan melanjutkan pengujian dan pengembangan pada aspek kelayakan serta keselamatan kendaraan. Langkah tersebut penting agar MOLISA dapat memenuhi kebutuhan mobilitas kampus secara aman dan efektif.
Penggunaan kendaraan listrik untuk operasional kampus juga dapat menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil.
Riset Mobil Listrik Jadi Ruang Belajar Mahasiswa
Pengembangan MOLISA tidak hanya menghasilkan sebuah kendaraan listrik. Proyek ini juga mempertemukan kegiatan riset dengan proses pembelajaran mahasiswa.
Mahasiswa dapat mempelajari berbagai tahapan pengembangan kendaraan secara langsung. Pengalaman tersebut mencakup perancangan, manufaktur, pengujian, hingga pengembangan teknologi energi alternatif.
Melalui proyek ini, FTI Unissula juga menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi yang berkaitan dengan energi bersih dan teknologi ramah lingkungan.
Ke depan, tim berharap MOLISA dapat terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi kebutuhan mobilitas di lingkungan kampus.


