Inovasi Robotika ITS: Robot Anjing Berkaki Empat Dilengkapi Kecerdasan AI
educare.co.id, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin memperkuat posisinya di bidang teknologi robotika dengan menghadirkan inovasi terbaru berupa Robot Anjing Berkaki Empat yang dilengkapi dengan sistem sensor, navigasi, dan kecerdasan buatan (AI). Robot ini dirancang untuk bergerak secara mandiri, melakukan inspeksi di area industri, serta menerima perintah verbal.
Proyek inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Klaster Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Robotika, serta Pusat Unggulan Iptek (PUI) Artificial Intelligence for Healthcare and Society ITS, Departemen Teknik Komputer ITS, dan Ezra Robotics. Robot dasar yang didatangkan dari Tiongkok oleh Ezra Robotics tersebut kemudian dikembangkan oleh Tim Robotika ITS untuk meningkatkan kemampuan sensor, mobilitas, dan otonomi.

Koordinator Tim Robotika ITS, Muhtadin ST MT, menjelaskan bahwa fokus utama dari pengembangan robot ini adalah menjadikannya sebagai unit patroli otonom di industri. Robot ini dirancang untuk melakukan pemetaan lingkungan, mendeteksi perangkat yang mengalami panas berlebih, serta mengidentifikasi anomali di area industri seperti gardu induk listrik. “Robot ini dilengkapi dengan sensor suhu inframerah, sensor akustik, serta navigasi berbasis Lidar dan Global Positioning System (GPS),” ujar Muhtadin, dalam siaran tertulis ITS (14/5).
Selain itu, robot ini juga dilengkapi dengan kecerdasan berbasis deep learning yang memungkinkannya untuk mengenali citra model warna aditif dan termal secara otomatis. Fitur ini memungkinkan robot untuk melakukan inspeksi rutin secara mandiri, seperti patroli di gardu setiap tiga jam, sekaligus mengirimkan data pengamatan ke pusat kontrol.
Muhtadin menambahkan, robot berwarna putih ini memiliki keunggulan dalam hal mobilitas, karena mampu beradaptasi dengan berbagai jenis permukaan, seperti medan berbatu dan tangga. Ini membuatnya lebih stabil dan fleksibel dibandingkan dengan robot beroda. Untuk kebutuhan keamanan, robot ini juga dilengkapi dengan pengendalian manual menggunakan remote control.
Pengembangan robot ini tidak hanya difokuskan pada sektor industri, tetapi juga dapat diterapkan dalam bidang kebencanaan dan rumah tangga. Dengan dukungan Large Language Model (LLM) dari Google Gemini, robot dapat menerima perintah dalam bahasa alami dan menerjemahkannya menjadi aksi nyata. “Kami juga membekali robot ini dengan kemampuan interaksi natural untuk membantu kehidupan sehari-hari,” tambah Muhtadin.
Robot ini terdiri dari dua unit robot kecil dengan tinggi 45 sentimeter dan satu unit robot besar setinggi 71 sentimeter, yang dapat bergerak secara mandiri, mulai dari berjalan hingga melompat di berbagai medan. Muhtadin menjelaskan bahwa ukuran robot ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, di mana robot kecil cocok untuk aplikasi domestik, sementara robot besar lebih sesuai untuk keperluan industri.
Kedepannya, robot ini akan dikomersialisasikan dan dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung sektor industri lain, seperti pertambangan dan perminyakan. ITS juga berencana melakukan uji coba di lingkungan nyata untuk meningkatkan akurasi kinerja robot. “Kami akan mengembangkan varian robot dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan sektor lainnya untuk membantu kehidupan masyarakat,” tambah Muhtadin.
Inovasi pengembangan robot anjing berkaki empat ini juga merupakan bagian dari upaya ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta Kota dan Komunitas Berkelanjutan pada poin ke-9. Melalui teknologi ini, ITS berkontribusi untuk meningkatkan efisiensi industri, memperkuat ketahanan terhadap bencana, dan menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
