EDUCARE.CO.ID – Kontingen pelajar Indonesia kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Tim Indonesia membawa pulang tiga medali dari International Nuclear Science Olympiad (INSO) ke-3 yang berlangsung di Arab Saudi pada 2–9 Agustus 2026.
Dua medali perak diraih oleh Gusti Komang Abhika Atmaja dan Aloysius Gonzaga Duta Setyawan. Sementara itu, Faris Patria Chariansyah menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia.
Empat Siswa Wakili Indonesia
Delegasi Indonesia terdiri atas empat siswa:
- Hilmy Lazuardhy Nurramadhan,
- Faris Patria Chariansyah,
- Gusti Komang Abhika Atmaja,
- Aloysius Gonzaga Duta Setyawan.
Dua dosen Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir BRIN), yaitu Fifi Nurfiana dan Lutfi Aditya Hasnowo, mendampingi mereka sebagai team leader.
Fifi Nurfiana menyampaikan rasa bangga atas perjuangan seluruh anggota tim sejak masa pembinaan hingga kompetisi berlangsung.
“Para siswa menunjukkan semangat dan kerja keras yang luar biasa. Tiga medali ini menjadi capaian yang membanggakan sekaligus pengalaman penting untuk kompetisi internasional berikutnya,” ujarnya.
Menurut Fifi, pengalaman bertanding di luar negeri dapat memotivasi para siswa untuk terus berkembang dan menginspirasi generasi muda Indonesia di bidang sains nuklir.
Poltek Nuklir BRIN Berperan dalam Pembinaan
Keberhasilan kontingen Indonesia tidak terlepas dari peran BRIN melalui Poltek Nuklir yang memberikan pembinaan intensif kepada peserta.
Lutfi Aditya Hasnowo menjelaskan bahwa pembinaan membantu siswa menguasai teori dan keterampilan praktikum yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat dunia.
Pembinaan berlangsung secara daring pada 6–24 Juli 2026. Selanjutnya, Poltek Nuklir menggelar pembinaan luring pada 27–31 Juli 2026 di kampus mereka.
Selama program tersebut, para dosen memberikan materi sesuai silabus resmi INSO, mulai dari teori dasar hingga praktik laboratorium.
Selain membina peserta, Poltek Nuklir BRIN juga terlibat dalam seleksi delegasi Indonesia bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Dukungan Nasional dan Internasional
Direktur Poltek Nuklir BRIN, Zainal Arief, menilai prestasi ini mencerminkan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia di bidang nuklir.
“Keberhasilan meraih tiga medali pada INSO ke-3 bukan hanya prestasi siswa. Capaian ini juga lahir dari pembinaan, pendampingan, dan kerja sama banyak pihak,” katanya.
Indonesia memperoleh dukungan pembiayaan dari International Atomic Energy Agency (IAEA). Selain itu, Poltek Nuklir BRIN dan International Nuclear Agency (INuA) Indonesia memberikan dukungan teknis kepada tim Indonesia.
Bukti Talenta Sains Nuklir Indonesia
Prestasi di INSO 2026 menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing pada kompetisi sains nuklir internasional yang sangat kompetitif. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat optimisme terhadap lahirnya generasi muda Indonesia yang unggul di bidang sains dan teknologi nuklir.



