EDUCARE.CO.ID – Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya wakil Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang melaju ke babak final Genera-Z Berbakti 2026, program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan Bakti BCA. Mereka adalah Ripki Albabila (Fisika), Tessa Rahayu (Kimia), dan Tri Febriansah (Teknik Informatika). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PTKIN mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui inovasi, riset, dan solusi nyata untuk pemberdayaan masyarakat.
Pada babak battle, Tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhadapan dengan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperebutkan kesempatan menjalankan program pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong, Bangka Belitung. Mengusung proposal DESA HIDUP: Smart Eco-Tourism untuk Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Lingkungan dan Digital, tim UIN menawarkan konsep pengembangan desa yang menggabungkan teknologi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Di hadapan panelis nasional seperti Nicholas Saputra, Cinta Laura Kiehl, dan Tri Mumpuni, mereka diuji tidak hanya dari sisi gagasan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta kesiapan mewujudkan inovasi di lapangan.
Meski sempat diliputi rasa gugup, optimisme dan kerja sama menjadi kekuatan utama tim UIN Bandung. Ripki Albabila menegaskan bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi fondasi perjuangan mereka, sejalan dengan nilai “Khoirunnas anfa’uhum linnas”, yaitu sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Sementara itu, Tessa Rahayu berhasil menjawab berbagai pertanyaan panelis dengan meyakinkan melalui pemaparan prototipe yang dikembangkan tim. Pada sesi Head to Head, adu gagasan berlangsung sengit dan menunjukkan kualitas inovasi yang dimiliki kedua tim, dengan penekanan bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Husnul Qodim, mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa mahasiswa UIN memiliki daya saing, kepedulian sosial, dan kapasitas akademik yang mampu bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga menjadi wujud nyata bahwa perpaduan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan semangat pengabdian dapat melahirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tingkat nasional maupun internasional.




