Nama Bung Hatta Diabadikan untuk Spesies Begonia Baru dari Sumatra Barat

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kekayaan flora Indonesia kembali bertambah. Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan satu spesies begonia baru dari Sumatra Barat dan menamainya Begonia hattae.

Berdasarkan sumber rilis BRIN Nomor 88/SP/HM/BKPUK/VII/2026, tim peneliti memilih nama hattae untuk menghormati Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat.

Selain menemukan spesies baru, tim peneliti juga menemukan kembali tiga spesies begonia yang lama tidak tercatat di habitat alaminya. Mereka turut mencatat perluasan persebaran satu spesies lainnya. Temuan ini memperkuat posisi Sumatra Barat sebagai salah satu pusat keanekaragaman begonia di Indonesia.

Jurnal internasional Taprobanica Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026 memuat hasil penelitian ini melalui artikel berjudul “A New Begonia Species (Begoniaceae) and Three Rediscoveries from West Sumatra.”

Tim Peneliti Memulai Eksplorasi Sejak 2022

Tim peneliti terdiri atas Muhammad Efendi dan Intani Quarta Lailaty dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Wisnu Handoyo Ardi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Yudi Suhendri dari Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN.

Mereka melakukan eksplorasi lapangan pada 2022–2023 di Padang, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Pasaman Barat.

Selama survei, tim mengumpulkan biji, spesimen herbarium, dan koleksi hidup. Setelah itu, tim membudidayakan seluruh sampel di Kebun Raya Cibodas untuk pengamatan lebih lanjut.

Peneliti kemudian mengamati bunga, buah, daun, dan bagian morfologi lainnya secara intensif. Pengamatan tersebut membantu mereka memastikan identitas setiap spesies.

Tim Menemukan Begonia Hattae di Perbukitan Sago Halaban

Tim menemukan Begonia hattae di kawasan Perbukitan Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Selain itu, mereka kembali menemukan Begonia halabanensis, Begonia goegoensis, dan Begonia longipedunculata di habitat alaminya.

Tim juga mencatat keberadaan Begonia lilliputana di Sumatra Barat. Sebelum penelitian ini berlangsung, peneliti hanya mencatat keberadaan spesies tersebut di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Memiliki Ciri yang Berbeda

Muhammad Efendi menjelaskan bahwa Begonia hattae sekilas mirip dengan Begonia raoensis. Namun, spesies baru ini memiliki beberapa ciri yang berbeda.

Perbedaannya terlihat pada jumlah tepal bunga jantan dan betina, bentuk daun, jumlah benang sari, serta tidak adanya rambut berbentuk cincin pada ujung tangkai daun.

Ciri-ciri tersebut menjadi dasar penetapan Begonia hattae sebagai spesies tersendiri.

Nama Bung Hatta Diabadikan Sebagai Bentuk Penghormatan

Peneliti memilih nama hattae untuk menghormati jasa Mohammad Hatta. Mereka juga ingin menegaskan hubungan antara spesies baru ini dan daerah asal Bung Hatta.

Penamaan tersebut sekaligus mengangkat identitas Sumatra Barat sebagai wilayah asal penemuan spesies baru.

Habitat Menghadapi Tekanan Pertambangan

Efendi mengungkapkan bahwa lokasi penemuan Begonia hattae berada pada ekosistem hutan batu kapur di kawasan Halaban. Saat ini, kawasan tersebut menghadapi tekanan akibat aktivitas pertambangan.

“Temuan ini tidak hanya menambah daftar spesies flora Indonesia, tetapi juga mengingatkan kita bahwa habitat tumbuhan endemik memerlukan perhatian serius. Data persebaran spesies sangat penting untuk menyusun strategi konservasi,” ujarnya.

Karena itu, BRIN menilai perlindungan habitat alami menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan spesies endemik tersebut.

Potensi Flora Sumatra Barat Masih Besar

Penemuan Begonia hattae menunjukkan bahwa Sumatra Barat masih menyimpan potensi besar untuk menghasilkan temuan baru di bidang biodiversitas tumbuhan.

BRIN terus mendorong eksplorasi, inventarisasi, dan penelitian biosistematika. Langkah tersebut mendukung konservasi sekaligus pemanfaatan berkelanjutan kekayaan hayati Indonesia.

Temuan ini juga membuktikan bahwa riset botani tetap berperan penting dalam mendokumentasikan kekayaan flora Indonesia sebelum habitat alaminya mengalami kerusakan lebih lanjut.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img