Sempat Minder karena Tuli, Firda Kini Buka Usaha Jahit Sendiri Berkat Program PKW

Must read

EDUCARE.CO.ID – Firda Umaiyya, Teman Tuli asal Aceh Besar, berhasil mewujudkan mimpinya menjadi wirausaha di bidang busana setelah mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cak Nong Kustum, Banda Aceh.

Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen, Firda sebelumnya sempat meragukan kemampuannya sendiri. Keterbatasan pendengaran membuatnya kurang percaya diri untuk mengembangkan bakat menjahit yang telah dimilikinya sejak lama.

Menemukan Kepercayaan Diri di LKP Cak Nong Kustum

Saat mengikuti program PKW, Firda mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung. Ia belajar bersama instruktur yang memahami kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus serta teman-teman baru yang memberikan semangat selama proses pelatihan.

Melalui bahasa isyarat, Firda menjelaskan bahwa ia mempelajari pola busana, teknik menjahit, dan materi kewirausahaan.

“Saya belajar pola busana, belajar teknik menjahit, dan yang paling menarik bagi saya adalah materi kewirausahaan,” ungkap Firda melalui bahasa isyarat.

Menurut Firda, materi kewirausahaan menjadi bagian terpenting dalam proses belajarnya karena materi tersebut membantu dirinya memahami cara membangun usaha secara mandiri.

Belajar Menjahit Sekaligus Merintis Usaha

Selama sekitar satu bulan pelatihan, kemampuan Firda berkembang cukup pesat. Ia tidak hanya meningkatkan keterampilan menjahit, tetapi juga belajar memasarkan produk dan memanfaatkan media sosial untuk usaha.

Sebelumnya, Firda mengaku belum memiliki gambaran jelas tentang masa depannya. Setelah mengikuti program PKW, ia mulai menyusun rencana usaha dan menyiapkan langkah untuk membuka jasa jahit di rumah.

“Setelah kursus saya mendapatkan modal usaha seperti alat jahit dan kain. Semua itu bisa saya gunakan untuk membuka usaha di rumah,” ujarnya.

Pada akhir Juli 2026, Firda mulai merintis usaha jahitnya sendiri sebagai langkah awal menjadi wirausaha mandiri.

Harap Program PKW Terus Berlanjut

Firda menyampaikan terima kasih kepada LKP Cak Nong Kustum yang telah memberinya kesempatan belajar dan berkembang.

Ia berharap program PKW terus berlanjut agar lebih banyak Teman Tuli dan peserta didik berkebutuhan khusus dapat memperoleh keterampilan dan kesempatan berwirausaha.

“Saya berharap program ini terus berjalan agar teman-teman yang memiliki kondisi seperti saya juga bisa mewujudkan mimpi mereka,” katanya.

LKP Dorong Pendidikan Inklusif dan Kemandirian

Kemendikdasmen terus mendorong pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program keterampilan dan kewirausahaan. LKP Cak Nong Kustum menjadi salah satu lembaga yang aktif menyelenggarakan kursus inklusif di bidang tata busana.

Pendiri sekaligus pimpinan LKP Cak Nong Kustum, Nurharyani, menegaskan bahwa lembaganya terbuka bagi semua peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.

“Saya dan instruktur mengajar Firda menggunakan bahasa isyarat dan tulisan. Karena Firda sudah memiliki dasar menjahit, proses belajarnya berjalan cukup baik,” jelas Nurharyani.

Ia menambahkan bahwa program PKW memberi peluang bagi generasi muda untuk memulai usaha meskipun memiliki modal terbatas.

Bukti Pendidikan Keterampilan Bisa Mengubah Masa Depan

Perjalanan Firda menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan mandiri. Melalui pendidikan keterampilan yang inklusif, ia berhasil membangun kepercayaan diri dan memulai usaha yang sesuai dengan minat serta kemampuannya.

Kisah Firda juga menjadi contoh bahwa program PKW tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membantu peserta didik menemukan harapan, tujuan hidup, dan keberanian untuk meraih masa depan yang lebih baik.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img