EDUCARE.CO.ID – Kontingen para atletik Indonesia tampil luar biasa pada World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko. Tim Merah Putih membawa pulang 15 medali emas dan satu medali perak, sekaligus mencatatkan rekor dunia dan rekor Asia dalam ajang internasional tersebut.
Kejuaraan berlangsung pada 21–24 Juli 2026. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia finis di posisi runner-up klasemen medali. Indonesia hanya berada di bawah tuan rumah Meksiko yang menurunkan ratusan atlet.
I Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia Lempar Cakram
Salah satu pencapaian terbesar Indonesia datang dari I Kadek Dwi Purwana Yasa pada nomor lempar cakram klasifikasi F57. Ia mencatatkan lemparan sejauh 48,68 meter dan memecahkan rekor dunia sebelumnya milik atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos, yang mencatatkan 48,55 meter.
“Saya sebenarnya tidak menyangka bisa memecahkan rekor dunia. Saya hanya berusaha melempar semaksimal mungkin, tetapi hasilnya justru melampaui rekor sebelumnya,” ujar Kadek.
Catatan tersebut menjadi salah satu sorotan utama kejuaraan dan mempertegas kualitas atlet para atletik Indonesia di level dunia.
Nanda Mei Sholihah Cetak Rekor Asia
Selain rekor dunia, Indonesia juga meraih rekor Asia melalui Nanda Mei Sholihah pada nomor 100 meter klasifikasi T45/46/47. Atlet klasifikasi T47 itu mencatatkan waktu terbaik dan menorehkan rekor baru Asia.
Nanda turut menyumbang tiga medali emas, yakni dari dua nomor individu dan satu nomor estafet.
“Target saya berikutnya adalah Asian Para Games 2026. Saya ingin tampil lebih baik dan terus mengejar rekor-rekor berikutnya,” kata Nanda.
Deretan Atlet Penyumbang Emas Indonesia
Prestasi Indonesia tidak hanya bergantung pada dua atlet tersebut. Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim masing-masing menyumbang dua medali emas dari nomor individu.
Sementara itu, medali emas lain dipersembahkan oleh:
- Ni Made Arianti Putri
- Saptoyogo Purnomo
- Jaenal Aripin
- Alfin Nomleni
- Partin
- Fauzi Purwolaksono
- I Kadek Dwi Purwana Yasa
- Suparni Yati
Adapun satu-satunya medali perak Indonesia diraih Jaenal Aripin.
Pelatih Sebut Program Pelatnas Mulai Berbuah Hasil
Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengapresiasi penampilan seluruh atlet. Menurutnya, hasil di Meksiko menunjukkan program pemusatan latihan nasional berjalan efektif.
“Hasilnya sangat memuaskan. Kadek berhasil memecahkan rekor dunia dan Nanda mencetak rekor Asia. Ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif,” ujarnya.
Setyo menilai kejuaraan di Meksiko memiliki arti penting karena menjadi ajang pengumpulan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Fokus Berikutnya: Asian Para Games Nagoya 2026
Tim pelatih kini mengarahkan fokus ke Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Indonesia masih memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk meningkatkan performa atlet sebelum tampil di ajang tersebut.
“Waktu persiapannya sangat tepat. Kami akan terus mengembangkan program latihan agar performa atlet mencapai puncaknya di Nagoya,” tutur Setyo.
Dengan torehan 15 emas, satu perak, rekor dunia, dan rekor Asia, Indonesia kembali menunjukkan bahwa para atlet nasional mampu bersaing di panggung internasional dan terus mengangkat prestasi olahraga disabilitas Indonesia.



