Doland Festival Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Borobudur
educare.co.id, Magelang – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menghadiri acara Doland Festival yang berlangsung di halaman Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (12/7). Festival ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dengan mengusung konsep edukatif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain dan belajar.
Menteri Arifah menyampaikan bahwa peringatan HAN tahun ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan HAN tidak lagi terpusat di Jakarta, melainkan dirayakan di seluruh sekolah Indonesia agar anak-anak dapat merasakan semangat kebersamaan secara langsung.
“Hari Anak Nasional tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dipusatkan di Jakarta, kali ini perayaannya dilaksanakan di seluruh sekolah Indonesia sehingga anak-anak merasakan bahwa hari itu adalah hari bermain bersama. Doland Festival ini adalah upaya mengenalkan kembali ke anak-anak kalau Indonesia itu kaya akan permainan tradisional. Tujuannya agar anak-anak bisa terlepas dari gadget,” ujar Menteri PPPA, dalam siaran tertulis Kemenpppa (14/7).
Peringatan HAN 2025, menurut Menteri Arifah, berfokus pada empat kegiatan utama yakni permainan tradisional, menyanyikan lagu daerah dan nasional, serta mendengarkan dongeng kepahlawanan lokal. Ia menekankan pentingnya menjadikan momen ini sebagai pengingat akan hak-hak anak dalam hal kebahagiaan, perlindungan, pendidikan, serta ruang tumbuh yang aman dan mendukung.
Menteri PPPA juga menggarisbawahi peran semua pihak dalam memenuhi hak anak. Pemerintah, orang tua, dan masyarakat luas diminta turut memastikan anak-anak dapat hidup, belajar, dan bermain dalam lingkungan yang bebas dari kekerasan dan eksploitasi.
“Banyaknya regulasi bukan berarti pemerintah ingin mempersulit. Justru sebaliknya, itu adalah bukti nyata bahwa negara terus belajar dan semakin peduli terhadap perkembangan anak-anak. Setiap undang-undang baru adalah satu lapisan pelukan perlindungan dari negara untuk anak-anak,” kata Menteri PPPA.
Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menyediakan ruang aman, kreatif, dan edukatif untuk anak-anak. Menurutnya, Forum Anak juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan aspirasi anak dan menjadi bagian dalam perumusan kebijakan yang inklusif.
“Semua aspirasi dan rekomendasi anak-anak dari Forum Anak Jawa Tengah dapat ditindaklanjuti dan menjadi bagian dari rencana pembangunan di tingkat daerah maupun nasional karena anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Mereka bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang harus didengar, dihormati, dan dilibatkan. Untuk tema peringatan HAN 2025, “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”. Kampanye ini akan dikuatkan di mana-mana, agar kita bersama-sama menjadi bagian keluarga Indonesia. Saya berharap kegiatan dolanan bisa menjadi salah satu solusi meminimalisasi penggunaan gawai pada anak-anak,” pungkas Menteri PPPA.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa peringatan HAN bukan hanya seremoni, melainkan momen penting untuk memperkuat komitmen perlindungan anak.
“Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Pemerintah bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak mereka terpenuhi dan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman. Kami mendengarkan anak-anak, termasuk dalam forum seperti ini. Suara mereka akan menjadi pertimbangan kami dalam kebijakan, agar pembangunan yang dilakukan ramah anak dan sesuai kebutuhan kelompok rentan,” ujar Sumarno.
Dalam kesempatan tersebut, Forum Anak Daerah Jawa Tengah membacakan tujuh butir aspirasi “Suara Anak Jawa Tengah” yang mencakup:
-
Partisipasi anak dalam proses perencanaan dan kebijakan di semua tingkatan pemerintahan.
-
Edukasi kepada orang tua untuk mencegah kekerasan dan eksploitasi anak.
-
Lingkungan bersih dan sehat, termasuk sanitasi layak dan kawasan tanpa rokok.
-
Dukungan terhadap kesehatan mental anak.
-
Akses internet yang aman dan bebas dari konten berbahaya.
-
Optimalisasi fasilitas publik yang ramah anak.
-
Penyediaan layanan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus secara merata.
Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Prajna, berharap suara yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti dan tidak hanya menjadi formalitas.
“Kami ingin suara anak tidak berhenti hanya saat dibacakan, tapi benar-benar dipertimbangkan dalam pembangunan di provinsi ini,” ujarnya.
Usai menghadiri Doland Festival, Menteri Arifah melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Magelang dalam rangka menghadiri Muharram Fest 2025/1447 H yang digelar di Kampung Dolanan, Dusun Sodongan, Desa Bumiharjo, Kecamatan Borobudur. Acara ini menjadi ajang berbagi kebahagiaan bersama 100 anak yatim, yang diundang untuk menikmati berbagai kegiatan interaktif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI), Baznas, Wakil Bupati Magelang, dan Kementerian PPPA, yang bersama-sama menyalurkan bantuan berupa buku, tas sekolah, dan uang saku. Diharapkan acara ini bisa menumbuhkan semangat solidaritas dan mempererat kepedulian sosial terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus di wilayah Magelang.
