Transformasi AICIS Menjadi AICIS+: Menyatukan Islam, Sains, dan Masyarakat
educare.co.id, Jakarta – Konferensi keilmuan Islam terbesar di Indonesia mengalami transformasi signifikan. Setelah 23 edisi dikenal sebagai Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), Kementerian Agama RI resmi meluncurkan format baru bertajuk AICIS+ untuk penyelenggaraan edisi ke-24 yang akan digelar pada 29–31 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.
Perubahan format ini tidak sekadar penambahan simbol “plus”. AICIS+ dirancang sebagai forum yang lebih inklusif dan multidisipliner, dengan tujuan mempertemukan keilmuan Islam, sains, dan masyarakat dalam menjawab tantangan global yang kompleks.
“Dengan AICIS+, kita ingin menjadikan Islam tidak hanya sebagai objek kajian, tetapi juga sebagai pelaku dialog global yang aktif dan solutif,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam siaran tertulis PendisKemenag (14/7).
Berbeda dengan AICIS sebelumnya yang fokus pada kajian keislaman klasik dan kontemporer, AICIS+ mengadopsi pendekatan lintas ilmu yang lebih luas. Konferensi ini diharapkan menjadi ajang kolaborasi akademik yang visioner serta responsif terhadap perubahan zaman.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amien Suyitno, menjelaskan bahwa perubahan nama membawa visi baru yang lebih progresif.
“S dari ‘Studies’ kini menjadi ‘Science’, dan kita menambahkan satu S lagi untuk ‘Society,” terangnya.
Rangkaian Penting AICIS+ 2025
Konferensi ini mengundang akademisi, peneliti, dan penggiat isu sosial-keagamaan untuk berpartisipasi melalui serangkaian tahapan berikut:
-
4 Juli – 15 Agustus 2025: Pengiriman abstrak
-
15 Agustus 2025: Batas akhir pengiriman abstrak
-
29 Agustus 2025: Pengumuman hasil seleksi
-
29 September 2025: Batas akhir pengumpulan makalah lengkap
-
29–31 Oktober 2025: Konferensi utama di kampus UIII Depok
Abstrak yang dikirimkan harus memiliki minimal 750 kata dan bersifat lintas disiplin dengan nilai-nilai Islam sebagai dasar pendekatan.
Tema dan Subtema
AICIS+ 2025 mengangkat tema utama “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan.” Tema ini bertujuan membangun jembatan antara ilmu pengetahuan, iman, dan kemanusiaan.
Terdapat delapan subtema yang ditawarkan dalam pengajuan makalah:
-
Ekoteologi dan keberlanjutan lingkungan
-
Transformasi teknologi dan sains berbasis nilai
-
Hukum Islam, kesetaraan sosial, dan ekofeminisme
-
Sistem ekonomi berkelanjutan dan keadilan sosial
-
Industrialisasi dan nilai ekonomi Islam
-
Dekolonisasi kajian Islam
-
Perdamaian dan krisis kemanusiaan
-
Kesehatan masyarakat di komunitas Muslim
Informasi lengkap terkait panduan dan pengiriman makalah dapat diakses melalui situs resmi aicis.uiii.ac.id atau akun Instagram @uiiiofficial.
